Ini Sosok Yai Mim, Pakar Tasawuf dan Filsafat yang Jadi Tersangka Usai Ribut dengan Tetangga

7 Januari 2026 19:54 7 Jan 2026 19:54

Thumbnail Ini Sosok Yai Mim, Pakar Tasawuf dan Filsafat yang Jadi Tersangka Usai Ribut dengan Tetangga

Yai Mim ketika mendatangi Polresta Malang Kota beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen Ketik.com)

KETIK, MALANG – Drama perseteruan antara M. Imam Muslimin dengan tetangganya, Nurul Sahara, berlanjut. Kali ini, Yai Mim, sapaan karib M. Imam Muslimin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Malang Kota dalam kasus pornografi.

Yai Mim sendiri sempat menjadi buah bibir tatkala kasus perseteruannya dengan tetangga muncul ke publik. Sejumlah videonya, termasuk aksi guling-guling di tanah, viral.

Banyak yang menyebut bahwa aksi guling-guling dan tingkah nyeleneh  dilakukan karena Yai Mim merupakan sosok kiai yang juga pakar filsafat. Selain itu banyak tafsir-tafsir lain soal perilaku Yai Mim.

Siapakah sosok Yai Mim sesungguhnya? Simak artikel di bawah ini.

Yai Mim lahir dengan nama Muhammad Imam Muslimin Mardi. Ia lahir di Blitar, Jawa Timur, 11 Maret 1966. 

Ayah Yai Mim, Achmad Mochammad Mardi Hasan Karyantono, adalah sosok pengusaha kecil. Sementara, ibunya, Siti Katmiyati merupakan ibu rumah tangga.

Sejak kecil, Yai Mim hidup dalam latar belakang keluarga religius.  Hal ini membuat minatnya untuk belajar agama tumbuh subur sejak kecil. 

Yai Mim kecil sering mengikuti majelis taklim bersama tetangganya. Ia juga sering mendengar cerita-cerita tasawuf dari kakeknya 

Yai Mim menempuh pendidikan formalnya di MI AI-Qodiriyah Blitar, tempat ia belajar surah pendek dan belajar kitab kuning pertama kali. Lalu ia lanjut ke MTS Ma’arif Bakung, di mana ia mulai serius menekuni tafsir dan fikih.

Selepas MTS, Yai Mim mondok di Pesantren Terpadu Al-Kamal Kunir Wonodadi, Blitar. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya sampai lulus pada tahun 1991. 

Di kampus yang kini bernama sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut, ia  mengambil jurusan Bahasa Arab. Tak hanya belajar bahasa, selama kuliah, Yai Mim juga banyak mempelajari filsafat. ia banyak membaca karya Ibn Sina dan Al Farabi. 

Kisah-kisah sufi dari sang kakek yang kerap didengarnya ketika kecil berpengaruh terhadap piihan Yai Mim kala melanjutkan studinya ke jenjang magister. Ia mengambil Studi Islam dan Penekanan Tasawuf di Universitas Muhammadiyah Malang, pada tahun 2000 lalu.

Yai Mim juga melanjutkan studi doktoral di UIN Sunan Ampel dan UIN Malang, yang berhasil ia selesaikan pada 2012

Selain aktif di bidang akademik, ia juga pendiri dari dua lembaga pendidikan Islam yaitu Pondok Pesantren Al Adzkiya’ Nurus Shafa (Anshofa) tahun 2007 dan Pesantren Bayt Al Qur’an Nurus Shafa (BaiQu Nusa) pada tahun 2021. Adapun beberapa karya tulisan ilmiahnya yang bertajuk agama yaitu Hati yang Menari, Tasawuf untuk Pemula, dan Tasawuf Jawa : Jalan Menuju Hati Yang Tenang. (*)


 

Tombol Google News

Tags:

Yai Mim profil yai mim perseteruan yai mim mantan dosen uin malang