KETIK, MALANG – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang, Grand Mercure Malang Mirama menaruh harapan besar agar kota ini semakin unggul dan diperhitungkan perannya di tingkat Jawa Timur, nasional, hingga internasional, terutama melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai salah satu pelaku industri perhotelan di Kota Malang, Grand Mercure Malang Mirama menilai momentum hari jadi ini menjadi saat yang tepat untuk mendorong penguatan posisi kota sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif.
Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, mengatakan status Kota Malang sebagai kota kreatif dunia versi UNESCO menjadi modal besar yang perlu terus diperkuat, ditopang UMKM, industri kreatif, warisan budaya, dan sektor perhotelan yang terus berkembang.
"Kota Malang bisa dibilang banyak pendatang juga, lalu di sini juga bagaimana kota ini menjadi unggulan destinasi wisata. Apalagi Kota Malang juga telah dikukuhkan sebagai kota kreatif, ekonomi kreatif juga, oleh UNESCO dengan UMKM dan industri kreatifnya," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, meski Kota Malang tidak seluas kabupaten, destinasi-destinasi ikonik tetap unggul, seperti kampung tematik, peninggalan sejarah, heritage, hingga kulinernya.
"Memang secara kota tidak seluas kabupaten, tetapi di dalam kota sendiri banyak destinasi yang khusus, bisa dibilang ikonik juga. Dari sisi kampung tematik, peninggalan sejarah, heritage lain, hingga kuliner yang sekarang juga tidak kalah," ungkap Sugito Adhi.
Karena itu, di usia ke-112, Kota Malang diharapkan semakin unggul dalam perannya di Jawa Timur, Indonesia, hingga internasional. Sugito Adhi juga menyampaikan bahwa Malang perlu diperhitungkan perannya di Jawa Timur hingga nasional.
"Dengan usia 112 tahun, pastinya lebih mengunggulkan bagaimana Kota Malang bisa berperan di Jawa Timur ataupun di Indonesia, dan pastinya juga secara internasional bisa diketahui banyak orang. Kota Malang itu perlu diperhitungkan dan punya peranan penting di area Jawa Timur maupun secara nasional," ucapnya.
Pada momen hari jadi Kota Malang ini, Sugito Adhi juga menyampaikan bahwa di sektor pariwisata terdapat pergerakan manusia yang tinggi. Karena itu, Kota Malang membutuhkan infrastruktur yang lebih baik untuk memudahkan wisatawan yang datang.
"Infrastruktur yang lebih baik, baik itu fasilitas jalan, trotoar umum, itu kan sudah dasar, terus juga penerangan, keamanan, serta fasilitas untuk memudahkan para wisatawan datang ke sini agar bisa mudah dan informatif, termasuk titik-titik kantong yang bisa dibuat," ujarnya.
Selain itu, wisata MICE juga cukup banyak di Kota Malang. Menurutnya, adanya MICE berarti ada kesinambungan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Karena itu, pelaku usaha swasta perlu didukung oleh pemerintah melalui kebijakan yang memudahkan.
Dengan adanya kebijakan yang memudahkan pelaku usaha, tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dan bisa digunakan untuk memperbaiki maupun menambah fasilitas.
Tak hanya itu, sebagai kota pendidikan, Kota Malang juga memiliki banyak intelektual yang dapat ikut memikirkan solusi berbagai permasalahan, seperti banjir. Dalam hal ini, Sugito Adhi berharap di hari jadi Kota Malang ke-112, persoalan tersebut bisa ditangani oleh pihak-pihak yang berwenang.
"Di Kota Malang, orang-orang intelektualnya juga banyak yang mungkin bisa membantu memikirkan permasalahan-permasalahan. Kami sebagai pelaku usaha berharap itu bisa ditangani oleh pihak-pihak yang berwenang," ucapnya penuh harap. (*)
