KETIK, PALEMBANG – Aksi teror bom molotov kembali menyasar sebuah rumah di Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Selasa 24 Maret 2026 sekitar pukul 02.24 WIB dini hari.
Rumah milik Indra (38) menjadi target pelemparan oleh orang tak dikenal (OTK). Sedikitnya empat botol berisi bahan bakar dilempar ke dalam pekarangan dan mengenai satu unit mobil Honda Mobilio warna putih dengan nomor polisi BH 1405 HN.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV. Dalam rekaman terlihat pelaku mengenakan helm merah dan tidak langsung melakukan aksinya, melainkan sempat mondar-mandir di sekitar lokasi selama 10 hingga 15 menit untuk memantau situasi sebelum melempar molotov.
“Dia bukan datang langsung melempar, tapi sempat mantau situasi bolak-balik sekitar 10 sampai 15 menit, baru melancarkan aksinya. Pelaku berjumlah dua orang,” ujar Indra saat diwawancarai Kakis 26 Maret 2026.
Aksi itu pertama kali diketahui penghuni rumah setelah mendengar suara mencurigakan dari luar. Saat dicek, api sudah terlihat menyala di area pekarangan. Beruntung, kobaran api cepat dipadamkan sehingga tidak merembet lebih luas.
“Ibu yang lihat ada api dari pekarangan, kebetulan keponakan lagi di rumah, langsung diminta periksa ke luar. Beruntung cepat diketahui dan api langsung dipadamkan,” jelasnya.
Indra mengungkapkan, insiden tersebut bukan yang pertama dialami keluarganya. Sebelumnya, aksi serupa terjadi pada 1 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun saat itu kondisi rumah sedang kosong sehingga hanya bagian dinding yang terdampak.
“Waktu kejadian malam tahun baru, kebetulan tidak ada orang di rumah, jadi hanya kena dinding saja,” katanya.
Pemilik rumah, Indra menunjukkan bekas kebakaran yang dilakukan oleh OTK menghunakan bom molotov di Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Kamis 26 Maret 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)
Dari pantauan di lokasi, bekas kebakaran masih terlihat pada dinding pekarangan. Sementara bagian lain telah ditutupi cat putih. Selain itu, rolling door kedai di samping rumah tampak menghitam dengan cat yang mengelupas akibat panas api.
Kejadian berulang ini membuat keluarga korban mengalami trauma. Mereka kini lebih waspada, terutama pada waktu dini hari, dengan rutin memantau rekaman CCTV melalui ponsel.
“Orangtua trauma karena kejadian sangat mengganggu, apalagi masih dalam momen Lebaran dan keluarga sedang ramai. Sekarang saya sering pantau CCTV lewat handphone,” ungkap Indra.
Ia juga menyebutkan bahwa pelaku dalam kedua kejadian diduga berjumlah dua orang. Meski demikian, pihak keluarga belum memiliki kecurigaan terhadap siapa pun dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian.
“Saya menduga orang yang melempar sama dengan kejadian pertama, tapi temannya sepertinya berbeda,” pungkasnya.
Saat ini, kasus teror tersebut tengah ditangani pihak kepolisian. Pelaku masih berstatus orang tidak dikenal (OTK) dan dalam penyelidikan lebih lanjut.(*)
