KETIK, KEDIRI – Rekor kemenangan beruntun Persik Kediri atas Arema FC yang dipertahankan sejak 2023 pupus.
Ambisi Macan Putih untuk mendominasi kemenangan rival seprovinsinya itu terpatahkan setelah Singo Edan menekuk skor 2-1 dalam pertandingan pekan ke-17 Liga Super di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu, 11 Januari 2026.
Kemenangan tim kebanggaan Aremania dalam laga kandang lewat gol yang tercipta pada injury time itu mematahkan rekor kemenangan yang sudah dipertahankan Persik Kediri sejak 3 tahun terakhir.
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Arema FC sejak 2023, Persik Kediri tampil mendominasi kemenangan.
Mengacu pada catatan empat pertandingan terakhir sejak 2023, Persik Kediri sukses mencuri poin penuh dari Arema FC baik laga tandang maupun kandang.
Pada putaran pertama musim 2023/2024, Macan Putih membungkam Singo Edan dengan skor 5-2. Kemenangan penuh juga kembali diraih Macan Putih lewat skor tipis 1-0 dalam pertandingan putaran ke dua.
Tim kebanggaan Persikmania itu kembali mencatatkan pertemuan positifnya saat bertemu Arema FC pada musim 2024/2025. Macan Putih sukses menyapu bersih dua kemenangan dengan skor 1-0 dan 3-0 sehingga jika diambil dari empat pertandingan itu total sudah 10 gol yang berhasil dijebol.
Namun rekor kemenangan beruntun Persik Kediri sejak 2023 itu akhirnya kandas setelah Macan Putih dibekuk Singo Edan 2-1. Persik Kediri sebetulnya hampir menambah rekor kemenangan usai memimpin 1-0 pada babak kedua lewat gol Mochammad Supriadi pada menit ke 80. Penyerang bernomor punggung 23 itu sukses memanfaatkan umpan Ezra Walian hingga berbuah gol.
Tak ingin memperpanjang rentetan kekalahan bermain di kandang, membuat skuad Singo Edan tampil lebih ciamik usai tertinggal satu gol. Hingga akhirnya Arema FC sukses mengantongi poin penuh setelah menambatkan dua gol lewat gol bunuh diri Mochammad Supriadi pada injury time. Pada masa babak tambahan itu, Arema FC kembali menjebol gawang Persik Kediri.
Pemain Arema I.L Puleio Araya berhasil menambah keunggulan usai memanfaatkan umpan gol dari Dwiki Mardiyanto dengan baik. Kemenangan 2-1 yang diraih itu membawa Singo Edan bertengger pada urutan ke 10 klasemen sementara dengan 21 poin yang dikantongi.
Sementara itu, Persik Kediri harus rela turun klasemen usai menambatkan tambahan 1 poin usai menahan imbang Persib Bandung beberapa waktu lalu. Kini Persik berada di urutan ke-12 dengan total 19 poin sama dengan PSM Makassar.
Menanggapi hasil itu, Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menyebut jika Persik Kediri berpeluang besar untuk menang dan membawa poin penuh saat melawan Arema FC. Persik Kediri tampil baik dan berhasil membawa keunggulan hingga menit ke 90. Namun sayang anak asuhnya kehilangan keunggulan di menit akhir.
"Kita mampu tampil lebih baik dari Arema FC dan mencetak gol lebih dulu, namun di akhir kita gagal mempertahankan keunggulan," kata Marcos.
Pelatih asal Spanyol itu telah mengantisipasi berbagai skema permainan yang dibangun Arema FC dan berhasil membuktikan. Namun pada menit-menit akhir, terjadi perubahan permainan yang signifikan. Ke depan Marcos akan mengevaluasi tim soal mempertahankan keunggulan di situasi kritis.
"Kami akan lakukan evaluasi serta perbaikan untuk permainan ke depannya," pungkasnya.
Sementara itu, pemain Persik Kediri, Wigi Pratama, menyebut timnya akan terus berupaya tampil lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya. Ia pun meminta maaf kepada seluruh Persikmania karena gagal membawa pulang 3 poin penuh.
"Kami mohon maaf karena gagal membawa poin penuh yang seharusnya didapatkan. Kami akan berjuang lebih keras lagi pada pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata Wigi. (*)
