Dari Jajanan Pasar ke Pucuk Pendidikan: Jejak Pengabdian Mas’udi Hadiwijaya

6 Januari 2026 11:30 6 Jan 2026 11:30

Thumbnail Dari Jajanan Pasar ke Pucuk Pendidikan: Jejak Pengabdian Mas’udi Hadiwijaya
Mas’udi Hadiwijaya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Sampang (Foto: Mas’udi Hadiwijaya for Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Tidak semua orang mampu mengubah keterbatasan menjadi pijakan menuju keberhasilan. Namun, Mas’udi Hadiwijaya membuktikan bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk mengabdi dan memberi makna bagi banyak orang. Dari anak seorang pedagang jajanan pasar hingga dipercaya menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, perjalanan hidupnya menjadi kisah inspiratif tentang kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada pendidikan.

Pria yang akrab disapa Mas’udi ini lahir dan tumbuh di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai satpam sekolah, sementara ibunya menghidupi keluarga dengan berjualan jajanan pasar. Lingkungan itulah yang membentuk karakter Mas’udi kecil - hidup harus dijalani dengan tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras.

Perjalanan kariernya di dunia pendidikan dimulai dari bawah. Ia pernah merasakan menjadi guru, kemudian kepala sekolah, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kasi SMA dan PK-PLK. Proses panjang tersebut akhirnya mengantarkannya ke posisi strategis sebagai Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sampang.

Dalam perannya saat ini, Mas’udi Hadiwijaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sampang. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan prima kepada lembaga pendidikan dan masyarakat, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.

"Kami berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mengawal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya dengan menekan angka putus sekolah," ujarnya. Selasa, 6 Januari 2026.

Menurutnya, pelayanan yang baik harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui lembaga sekolah. Karena itu, kedisiplinan menjadi perhatian serius dan diawasi secara berjenjang hingga ke satuan pendidikan.

"Kami berusaha memberantas pungutan liar di sekolah serta memastikan bantuan pendidikan dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan sekolah," tegas Mas’udi Hadiwijaya. 

Tak berhenti di situ, ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi. Salah satunya adalah RuDaL (Rumah Digitalisasi), sebuah terobosan untuk pemerataan akses digital, baik dalam pembelajaran maupun administrasi sekolah, agar pendidikan di Sampang tidak tertinggal di era digital.

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, Mas’udi tetap menyimpan perhatian besar kepada para siswa. Ia kerap menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna.

"Cita-cita hanya bisa diraih dengan belajar tekun. Hormati orang tua dan guru. Keluarga yang kurang mampu bukanlah penghalang untuk meraih masa depan," pesannya.

Kisah Mas’udi Hadiwijaya menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar jabatan atau sistem, melainkan tentang ketulusan mengabdi. Dari lorong kesederhanaan, ia menyalakan harapan bagi generasi Sampang agar terus bermimpi dan berani melangkah lebih jauh. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mas’udi Hadiwijaya Jajanan Pasar Kacabdin Jatim Wilayah Kabupaten Sampang Kisah Mas’udi