KETIK, SERANG – Calon peserta kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Swara Qolbun Salim (SQS) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Serang, Provinsi Banten digembleng dengan diberikan wawasan seputar jurnalistik.
Pembina SQS MAN 1 Kota Serang Sarmani Sasmita mengatakan, karena dua ekskul ini memiliki kemiripan dan kesamaan, akhirnya untuk pengenalan ekskulnya disatukan.
"Alhamdulillah. Narasumber yang juga seorang jurnalis bersedia untuk mengisi dan memberikan insight seputar dunia jurnalistik," kata Sarmani kepada Ketik.com di sela-sela kegiatan yang digelar di Masjid Nyi Mas Ratu Aisyah Tjokro MAN 1 Kota Serang, Sabtu, 31 Januari 2026.
Sarmani menuturkan, dengan adanya pembekalan seputar jurnalistik, diharapkan para siswa tersebut bisa mempraktikkan materi-materi yang sudah diperoleh dalam kegiatan ekskul yang dipilih. Baik itu SQS maupun KIR.
"SQS itu kan stasiun radio milik MAN 1 Kota Serang yang memang digunakan untuk kegiatan ekskul. Sedangkan KIR lebih kepada mengelola mading (majalah dinding), dan lain sebagainya," imbuh Sarmani.
Sementara Kepala Biro (Kabiro) Serang-Cilegon Ketik.com Khoirul Umam mengapresiasi kegiatan yang diperuntukan para siswa tersebut.
"Kegiatan semacam ini di tingkat Madrasah Aliyah/SMA/SMK sederajat masih sangat jarang sekali. Dengan adanya kegiatan seperti ini, tentu bisa meningkatkan keunggulan yang ada di MAN 1 Kota Serang," terangnya.
Umam berharap, kegiatan tersebut bisa berlangsung secara kontinyu dilakukan oleh MAN 1 Kota Serang.
"Dengan memberikan edukasi apa itu jurnalistik, setidaknya para siswa bisa mengenal dan mengetahui tahapan-tahapan bagaimana sebuah berita itu dihasilkan," ujarnya.
Tidak hanya itu, kata dia, melalui pembekalan seputar jurnalistik, para siswa juga dikenalkan tidak hanya dengan proses bagaimana sebuah berita itu diproduksi. Tapi, para peserta juga dikenalkan dan diajak agar berhati-hati dalam menerima berita bohong (hoaks).
"Sekarang ini zamannya teknologi canggih. Sejak kehadiran platform media sosial (medsos) dan kecerdasan buatan (AI), di banyak sekali berita hoaks," jelas Umam.
"Nah ini juga diperkenalkan kepada mereka. Agar mereka tidak lagi sembarang menerima informasi dan berita dari berbagai media pemberitaan. Baik cetak maupun online. Baik lokal maupun nasional," tandasnya.(*)
