KETIK, MALANG – Bursa calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang kian memanas. Sebanyak 10 nama resmi masuk dalam penjaringan Musyawarah Cabang (Muscab), menandai persaingan yang semakin kompetitif dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Momentum Muscab kali ini tak sekadar agenda rutin organisasi. Forum ini menjadi titik krusial bagi PKB Kota Malang untuk merumuskan strategi politik sekaligus memperkuat posisi partai di tengah dinamika lokal yang terus berkembang.
Kegiatan yang digelar di Kantor DPC PKB Kota Malang pada Sabtu, 28 Maret 2026 itu dihadiri berbagai elemen penting partai. Mulai dari pengurus PAC, anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, hingga tokoh ulama turut hadir dalam forum tersebut.
Kehadiran perwakilan DPP PKB juga menjadi sorotan. Anggia Erma Rini yang menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI tampak memantau langsung jalannya Muscab sebagai bagian dari pengawalan mekanisme organisasi.
Forum Muscab dipimpin langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Selain memilih ketua baru, agenda juga difokuskan pada penguatan internal partai, evaluasi kinerja kepengurusan, serta penyusunan program kerja yang lebih progresif dan adaptif.
Dari hasil penjaringan, berikut 10 nama yang masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kota Malang:
- Saniman Wafi
- Ike Kisnawati
- Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto
- Arief Wahyudi
- Fathol Arifin
- Muhammad Anas Muttaqin
- H. Fatchulah
- Rizal Zamzami
- Ahmad Farih Sulaiman
- Hikmah Bafaqih
Munculnya banyak kandidat dinilai mencerminkan dinamika internal partai yang cukup kompetitif.
Di sisi lain, perhatian publik kini tertuju pada proses Muscab, terutama terkait transparansi serta mekanisme penentuan kandidat terpilih. Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan kader maupun masyarakat.
PKB Kota Malang sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan peran dalam melayani masyarakat.
Dengan lahirnya kepemimpinan baru melalui Muscab ini, PKB diharapkan mampu tampil lebih progresif dan responsif dalam menjawab kebutuhan umat sekaligus memperkuat basis politiknya di Kota Malang. (*)
