Bupati Bojonegoro Tekankan Penanganan Stunting Berbasis Data, Soroti Pentingnya Air Bersih

27 Maret 2026 10:40 27 Mar 2026 10:40

Thumbnail Bupati Bojonegoro Tekankan Penanganan Stunting Berbasis Data, Soroti Pentingnya Air Bersih

Usai acara foto bersama Bupati, H.Setyo Wahono,( no 4 dari kiri ) Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah , Sekda Edy Susanto Forum Pra-Musrenbang, Tekankan Percepatan Penurunan Kasus Stunting Harus Berbasis Data (Dok.Propim Pemkab Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak boleh berhenti pada kegiatan administratif semata. Ia meminta seluruh program benar-benar berbasis data akurat dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Forum Pra-Musrenbang Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Kamis, 26 Maret 2026.

Dalam arahannya, Bupati menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi pedoman seluruh perangkat daerah, camat, hingga tenaga kesehatan di lapangan. Pertama, setiap perencanaan dan pelaksanaan program wajib mengacu pada data yang valid. Kedua, peningkatan kualitas air bersih harus menjadi prioritas utama. Ketiga, seluruh pihak diminta menjaga kejujuran dalam pelaporan capaian program.

Bupati secara khusus menyoroti persoalan air bersih yang kerap terabaikan dalam penanganan stunting. Ia mengungkapkan temuan di wilayah pegunungan, di mana kebutuhan gizi anak sebenarnya telah terpenuhi, namun kualitas air tanah masih di bawah standar.

"Stunting bukan hanya masalah makanan, tapi juga lingkungan. Masalah air bersih harus menjadi alat ukur penting. Saya minta Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait melakukan intervensi nyata terhadap kualitas air minum masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak memanipulasi data di lapangan. Ia menegaskan pentingnya integritas dalam pelaporan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Saya menekankan komitmen bersama. Semuanya harus berbasis data. Jangan sampai ada laporan ABS (Asal Bapak Senang). Kalau ketahuan, akan saya tindak tegas," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Bojonegoro, Helmi Elisabeth, menjelaskan bahwa Pra-Musrenbang merupakan bagian dari mandat nasional melalui aksi konvergensi penanganan stunting.

Forum ini bertujuan menyelaraskan rencana pembangunan daerah agar lebih responsif terhadap persoalan stunting sebelum dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang Kabupaten yang dijadwalkan pada 27 Maret 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran perangkat daerah, camat, akademisi, tokoh agama, serta organisasi masyarakat.

Melalui forum ini, pemerintah daerah menargetkan lahirnya program prioritas yang terintegrasi, mencakup sektor kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, hingga perlindungan sosial, guna mencetak generasi Bojonegoro yang sehat dan berkualitas.

Tombol Google News

Tags:

Pra Musrenbang Bupati Stunting Bojonegoro