BPBD Jatim Tetap Siaga Saat WFH! Layani Edukasi Bencana hingga Turun Operasi SAR di Bangkalan

1 April 2026 15:41 1 Apr 2026 15:41

Thumbnail BPBD Jatim Tetap Siaga Saat WFH! Layani Edukasi Bencana hingga Turun Operasi SAR di Bangkalan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat pada Rabu, 1 April 2026. (Foto: Humas BPDB Jatim/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat pada Rabu, 1 April 2026, meski di lingkungan Pemprov Jatim sedang menerapkan kebijakan Work From Home (WFH).

Pelayanan tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi bencana bagi siswa di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim serta keterlibatan tim dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelam di Sungai Tunjung, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Pada hari pertama penerapan WFH tersebut, Tim BPBD Jatim tetap masuk kerja seperti biasa untuk melayani kunjungan edukasi kebencanaan. Sebanyak 74 siswa dari TK Anak Sholeh Sukodono, Sidoarjo, mengikuti pembelajaran tentang berbagai jenis bencana serta simulasi evakuasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi sekolah tersebut dalam mengikuti program edukasi kebencanaan yang diselenggarakan BPBD Jatim. Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan sejak dini mengenai mitigasi dan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Di hari yang sama, Tim BPBD Jatim juga terlibat dalam operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Tunjung, Kabupaten Bangkalan. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama Tim Basarnas, BPBD Kabupaten Bangkalan, serta para relawan melakukan pencarian terhadap dua korban, yakni Siti Ruqqiyah (35) dan Muhammad Ibrahim (8).

Proses pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet serta sejumlah peralatan SAR di sepanjang Sungai Tunjung hingga Sungai Bancaran.

Selain itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno juga mendampingi Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansyah menerima kunjungan Komisi A dan Komisi E DPRD DKI Jakarta di Kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pendalaman terkait fungsi dan kinerja Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) serta sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) bencana yang diterapkan di Jawa Timur.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan bahwa BPBD Jatim merupakan salah satu perangkat daerah yang tetap bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO), sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Atas arahan Ibu Gubernur itulah, maka kami masih tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat, termasuk terlibat dalam operasi SAR korban tenggelam di Bangkalan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa kunjungan edukasi kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim kembali meningkat setelah libur Lebaran.

“Untuk pekan ini, selama empat hari berturut-turut, kami selalu ada jadwal kunjungan. Untuk besok (Kamis), jumlah kunjungan ke Tenpina bahkan mencapai sekitar 159 siswa,” ujarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

BPDB jatim penanggulangan Bencana Bangkalan