KETIK, MALANG – Kota Malang kembali berupaya untuk mendongkrak perkembangan sektor pariwisata di tahun 2026 ini. Beragam event berskala nasional dan internasional akan kembali meramaikan Kota Malang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan mulai banyak event lari dan olahraga lainnya yang direncanakan digelar mulai April 2026 ini. Pada 26 April 2026 nanti terdapat salah satu event lari marathon yang diinisiasi oleh J99 dan juga beberapa kementerian.
"Beberapa event olahraga yang diselenggarakan di Kota Malang nanti tanggal 26 April, itu ada Hub Marathon. Ini diinisiasi oleh J99, disupport juga oleh Kementerian Pariwisata, Kemenpora, Kemenparekraf, kemudian Staf Khusus Presiden," ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.
Event lari tersebut akan mendatangkan sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ke Kota Malang. Bahwa event tersebut juga dihadiri oleh peserta dari luar negeri yang dapat mendongkrak perekonomian Kota Malang.
"Ini menjadi event besar karena pesertanya nanti kurang lebih 7.000 orang. Pelari nasional akan datang, termasuk pelari asing dari Malaysia dan Asia Tenggara untuk meramaikan HUT Kota Malang ke-112," jelas Baihaqi.
Dilanjutkan pada 16 Juni 2026 nanti terdapat event Rally Sepeda Motor, turnamen Bridge Internasional dan event lainnya.
"Ada beberapa event lain yang diinisiasi oleh masyarakat dan dunia usaha. Tentu berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang," lanjutnya.
Di samping itu, selama Lebaran 2026, ia mencatat adanya mobilisasi masyarakat yang cukup masif di Kota Malang. Kondisi ini pun berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan di berbagai destinasi wisata.
"Kita lihat nanti ya persentasenya, angka pastinya. Namun yang jelas saya melihat di beberapa titik destinasi wisata ada keramaian-keramaian, ada kunjungan peningkatan di sana," kata Baihaqi.
Beberapa lokasi yang menjadi incaran masyarakat bukan hanya di kawasan perbelanjaan. Titik wisata seperti Kayutangan Heritage, Hawaii, hingga Alun-alun Merdeka pun diserbu masyarakat.
Libur Lebaran juga berdampak para okupansi hotel di Kota Malang. Baihaqi menyebutkan berdasarkan laporan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, banyak hotel yang padat okupansi.
"Ini juga akan berdampak terhadap peningkatan atau realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang ada di Kota Malang. Berdasarkan pemantauan kami, contohnya dari pajak yang dipungut oleh Bapenda, ini targetnya terealisir. Itu pun juga bagian dari hasil industri pariwisata, pajak hotel, dan resto," tutupnya.(*)
