KETIK, MALANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk Menjerit Indonesiaku pada Rabu, 17 Juni 2026.

Aksi tersebut akan dipusatkan di depan Kantor DPRD Kota Malang sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai semakin mendesak untuk ditangani pemerintah.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @bemumm, peserta aksi akan berkumpul terlebih dahulu di kawasan BNI UMM mulai pukul 09.00–10.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi aksi.

Seluruh peserta diimbau mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol solidaritas serta membawa payung atau jas hujan untuk mengantisipasi kondisi cuaca.

Dalam seruan aksinya, BEM UMM menyampaikan bahwa Indonesia saat ini bukan sedang kekurangan persoalan, melainkan kekurangan keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikannya.

Baca Juga:
Temui Massa Demo, Ketua DPRD Kota Malang Setuju Program MBG Dievaluasi Total

Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa berupaya menyuarakan berbagai isu yang dianggap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Hari ini, Indonesia tidak sedang kekurangan masalah. Indonesia sedang kekurangan keberanian untuk menghadapinya,” tulis BEM UMM dalam unggahan resminya.

Dalam demonstrasi bertajuk Menjerit Indonesiaku, BEM UMM membawa sembilan tuntutan yang akan disuarakan, yaitu:

  1. Menghentikan pemborosan APBN.
  2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  3. Menghentikan program yang tidak efektif dan membebani APBN.
  4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
  5. Menolak kebijakan dan revisi regulasi yang berpotensi mengancam demokrasi dalam UU Polri.
  6. Memiskinkan koruptor melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.
  7. Menjamin keamanan distribusi obat serta menurunkan beban biaya kesehatan masyarakat.
  8. Menghentikan deforestasi dan alih fungsi lahan yang mengancam masa depan Indonesia.
  9. Mendorong reformasi pemerintahan dan peningkatan kompetensi pejabat publik.

Melalui seruan yang dipublikasikan di media sosial, BEM UMM mengajak mahasiswa untuk ikut terlibat dalam aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Baca Juga:
Unjuk Rasa di DPRD Kota Malang, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan Indonesia Gawat Darurat

Mereka menegaskan bahwa partisipasi publik, khususnya mahasiswa, menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi dan mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

“Karena ketika rakyat diam, ketidakadilan akan berbicara lebih keras,” demikian pesan yang disampaikan dalam seruan aksi tersebut.