KETIK, KENDAL – Kemeriahan tradisi Syawalan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mulai terasa. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin, 23 Maret 2026 pagi, sejumlah wahana permainan hiburan rakyat mulai terpasang di kawasan Alun-Alun Kaliwungu dan sekitarnya.
Ikon hiburan khas pasar malam seperti bianglala (kincir ria) berukuran besar dan wahana kora-kora tampak sudah berdiri kokoh di area terbuka. Meskipun cuaca mendung menyelimuti wilayah Kendal, para pekerja terus dikejar target untuk merampungkan pemasangan rangka besi wahana agar siap beroperasi saat puncak perayaan nanti.
Beberapa titik di aspal alun-alun kini sudah dipenuhi dengan material besi dan peralatan teknis. Selain wahana besar, terlihat pula tenda-tenda semipermanen yang nantinya akan diisi oleh pedagang kaki lima, mulai dari penjual mainan tradisional hingga kuliner khas Syawalan.
"Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Kami harus memastikan keamanan konstruksi wahana seperti kincir ini karena minat masyarakat biasanya sangat tinggi," ujar salah satu pekerja di lokasi.
Geliat ekonomi menjelang Syawalan tidak hanya dirasakan oleh pengelola wahana, tetapi juga masyarakat lokal yang membuka jasa penitipan sepeda motor. Fenomena ini menjadi sumber rezeki tahunan yang selalu dinanti oleh warga di sekitar pusat keramaian.
Salah satunya adalah Slamet, warga sekitar yang setiap tahunnya menyulap halaman rumahnya menjadi area parkir darurat. Ia mengaku momen Syawalan merupakan waktu panen bagi penyedia jasa parkir di sana.
"Setiap Syawalan itu memang 'lebarannya' tukang parkir di sini. Kalau hari biasa sepi, tapi kalau sudah puncaknya Syawalan, dari pagi sampai malam motor terus berdatangan. Alhamdulillah, hasilnya bisa buat tambahan biaya sekolah anak," ujar Slamet saat ditemui di sela-sela kesibukannya menata pembatas parkir.
Slamet menambahkan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama meski volume kendaraan meningkat tajam.
"Kami sudah mulai pasang tali pembatas dan siapkan nomor antrean. Meskipun ramai, keamanan helm dan motor tetap kami jaga supaya peziarah tenang saat ke makam maupun ke alun-alun," imbuhnya.
Syawalan Kaliwungu merupakan agenda tahunan yang sangat sakral sekaligus meriah bagi warga Kendal dan sekitarnya. Tradisi ini biasanya berpusat pada kegiatan religi, yakni ziarah ke makam para ulama penyebar agama Islam di Bukit Jabal, seperti Makam Kyai Asy’ari (Kyai Guru).
Namun, sisi religi tersebut selalu berdampingan dengan pesta rakyat di Alun-Alun Kaliwungu. Kehadiran wahana permainan dan pasar malam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu libur Lebaran.
Kepadatan pengunjung diprediksi akan mencapai puncaknya pada H+7 Lebaran, di mana ribuan peziarah dari berbagai daerah diprakirakan akan memadati pusat Kecamatan Kaliwungu.
Pihak pengelola dan aparat setempat pun mulai berkoordinasi untuk mengatur arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan panjang di jalur pantura Kaliwungu. (*)
