KETIK, SUMENEP – Tradisi kepenulisan dari kalangan pesantren di Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Dari Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, sejumlah sastrawan lahir dan konsisten berkarya di tingkat nasional.
Salah satu di antaranya adalah Raedu Basha. Penulis asal pesantren ini kembali menorehkan prestasi dengan dimuatnya cerpen berjudul Ruang Tamu Kiai Dahol di harian Kompas edisi Sabtu–Minggu, 28–29 Maret 2026.
Momentum tersebut bertepatan dengan suasana Hari Raya Idulfitri. Di tengah rangkaian silaturahmi usai Lebaran, Raedu tetap aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk sesama sastrawan.
Salah satu kunjungan yang dilakukannya adalah bersilaturahmi dengan sastrawan senior asal Banyumas, Ahmad Tohari, yang akrab disapa Kang Tohari.
Di sela aktivitas Lebaran dan saat bermalam di kediaman seorang ulama kharismatik, Raedu mengaku mendapatkan kabar membahagiakan terkait pemuatan karyanya di media nasional.
“Alhamdulillah, cerpen saya dimuat di Kompas edisi Sabtu–Minggu, 28–29 Maret 2026. Judulnya Ruang Tamu Kiai Dahol. Semoga karya ini bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang,” ujar Raedu.
Raedu Basha yang memiliki nama asli Badrus Sholeh merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, serta lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sejumlah karyanya telah dipublikasikan di berbagai media massa dan terangkum dalam beberapa buku antologi, baik tunggal maupun bersama. Tak hanya itu, karya-karyanya juga telah meraih sejumlah penghargaan di bidang sastra.
Kehadiran Raedu Basha semakin menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan sastrawan yang mampu bersaing di tingkat nasional.
