KETIK, TRENGGALEK – Keinginan para talenta-talenta muda berbakat di Trenggalek untuk merumput di Stadion kebanggaan masyarakat setempat, yakni Stadion Menak Sopal pupus. Pasalnya, stadion milik Pemkab itu akan digunakan oleh pihak lain pada waktu yang bersamaan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek, Irfan Firdianto.
"Kecewa sudah pastilah mas atas penolakan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek untuk menggunakan Stadion Menak Sopal," kata Irfan sapaan dia kepada Ketik.com, Minggu, 21 Juni 2026.
Irfan menegaskan, pada Februari yang lalu, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek telah memberikan pemaparan terkait program kerja kepada Dikpora. Salah satunya adalah gelaran Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek 2026 yang nantinya akan diselenggarakan di Stadion Menak Sopal.
Dalam hal ini, Askab PSSI Trenggalek memfasilitasi atas aspirasi-aspirasi dari SSB maupun klub yang memiliki anak didik usia 13 dan 15 tahun. Mereka berharap dan cukup antusias jika bermain di Stadion Menak Sopal dibandingkan dengan bermain di lapangan desa atau lapangan daerah lain.
"Tapi kalau memang ada yang lebih urgen dari Pemkab, tentu kami sadar diri dan tidak bisa berharap lebih. Yang jelas program kerja Piala Soeratin U-13 dan U-15 akan tetap dilaksanakan dan dipindahkan di lapangan Desa Nglongsor Kecamatan Tugu," tuturnya.
Pada dasarnya, lanjut dia, pihaknya belum bisa mengambil sikap atas keputusan penolakan penggunaan Stadion plat merah tersebut, terpenting Piala Soeratin segera dilaksanakan. Sehingga Trenggalek bisa ikut kompetisi ditingkat regional. Karena, pada tahun sebelumnya tidak ambil bagian.
"Mau tidak mau, Persiga harus tampil. Jika tidak maka akan dibanned oleh Asosiasi Sepak bola Provinsi (Asprov) Jawa Timur," tegasnya.
Ketika disinggung terkait penolakan penggunaan stadion, ia menjawab, dari isi surat yang disampaikan bahwa pada tanggal 23, 24 Juni dan 2 Juli, ternyata sudah dipesan dan digunakan oleh pihak lain.
"Pihak lain yang dimaksud kami tidak paham, karena tidak ada penjelasan secara rinci," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan dari wali murid, Edi Purwanto, perwakilan dari SSB Permata Kampak menuturkan, sebenarnya dirinya berharap turnamen kelompok umur ini bisa digelar di Stadion kebanggaan masyarakat Trenggalek, karena greget dan motivasi anak didik tentu akan lebih tinggi.
"Keinginan anak-anak untuk bermain sepak bola disaat libur cukup tinggi. Apalagi bermain di stadion. Tapi kalau memang tidak bisa dipakai apa boleh buat. Kecewa ya pastilah!," katanya.
Ia berharap agar anak-anak tetap terwadai dan bisa bermain sepak bola. Tak terkecuali event ini bisa digelar. "Antusias anak-anak tetap menggebu untuk Bumi Menak Sopal," tutupnya (*)
.png)