KETIK, TRENGGALEK – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra untuk membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 di aula DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa 4 Agustus 2026.
Komisi IV mengundang beberapa OPD mitra, antara lain RSUD dr. Soedomo, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB).
Salah satu pokok bahasannya adalah rasionalisasi belanja pegawai dan peningkatan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kita coba untuk mengurai terkait isu strategis, salah satunya adalah efisiensi belanja pegawai dan peningkatan PAD," kata Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek.
Sukarodin menjelaskan, dua rumah sakit plat merah, yakni RSUD dr. Soedomo dan Rumah Sakit Panggul target pendapatannya kita naikkan. Seiring dengan pelayanan yang semakin baik dan kepercayaan masyarakat juga bagus.
"Maka secara otomatis pendapatannya kita naikkan agar bisa membiayai dirinya sendiri," tuturnya.
Kemudian untuk Dinas Pendidikan, lanjut Sukarodin, ada beberapa hal yang kita bahas terkait penerimaan siswa baru yang beberapa waktu lalu, pertama, ada 158 lembaga yang hanya mampu mendapatkan murid baru maksimal 10 anak. Kedua, ada 62 lembaga yang hanya mampu mendapatkan murid baru maksimal 5 anak.
"Sedangkan yang ketiga, ada 6 sekolah yang mendapatkan murid 1 sampai 2 anak. Pun demikian ada satu sekolah yang tidak mendapatkan murid," ujarnya.
Orang nomor satu PKB Trenggalek itu menyebut, jika di Trenggalek itu kekurangan guru, sehingga perlu diurai mana yang pas untuk dimarger. "Pada dasarnya harus dicek dulu kesiapan orang tua murid dan hal lain," ungkapnya.
Ia menyampaikan, dengan keterbatasan anggaran yang ada di APBD Perubahan, pihaknya akan melakukan langkah strategis, diantaranya mengecek terkait pendapatan masing-masing OPD. Pendeknya, suka tidak suka pendapatan harus dipacu agar bisa meningkat.
"Semua pendapatan OPD mitra komisi IV kita naikan, kecuali Dinas Pendidikan yang hanya dapat pendapatan dari kantin. Aoalagi sekarang sudah ada MBG," tandasnya.
Selanjutnya, untuk seluruh OPD belanja pegawainya harus dirasionalisasi. "Alhamdulillah semua OPD mitra legowo. Nah ini perlu kita apresiasi," tegasnya.
Ia menegaskan, telah mengkalkulasi peningkatan pendapatan meskipun kondisi APBD sedang tidak baik-baik saja.
"Kita punya Dinas Pemuda dan Olahraga serta dua Rumah Sakit yang siap mendongkrak pundi-pundi pendapatan. Saya kira pasti bisa," tandasnya (*)
