Pelaksanaan TKA SD di Surabaya, Wamendikdasmen Tekankan Evaluasi Pendidikan Nasional

23 April 2026 14:28 23 Apr 2026 14:28

Muhammad Roihan, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pelaksanaan TKA SD di Surabaya, Wamendikdasmen Tekankan Evaluasi Pendidikan Nasional

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Atip Latipulhayat sedang mengunjungi salah satu Sekolah Dasar di Surabaya dalam memastikan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Rabu, 22 April 2026. (Foto: Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Sekolah Dasar (SD) Insan Permata Hati dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketintang 1 Surabaya, pada Rabu 22 April 2026. 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat menegaskan, pelaksanaan TKA ini menjadi penunjang penting dalam mengukur kualitas pendidikan.

Menurutnya, kebijakan pendidikan harus berorientasi pada peningkatan mutu secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran hingga hasil yang dicapai siswa.

“TKA ini menjadi salah satu instrumen evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki, mulai dari kompetensi guru, metode pembelajaran, hingga sarana prasarana,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanpa evaluasi yang terukur, peningkatan kualitas pendidikan akan sulit dicapai. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi harus menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan.

Selain aspek akademik, Atip juga menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI). Ia menilai kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.

“Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat akan mendorong kenyamanan siswa dalam belajar. Hal ini tidak boleh berhenti pada slogan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi upaya memastikan kesiapan daerah dalam melaksanakan TKA. Secara umum, pelaksanaan di dua sekolah yang ditinjau berjalan dengan baik.

“Beliau melihat langsung kesiapan pelaksanaan, berinteraksi dengan siswa, serta meninjau sarana prasarana. Hasilnya, pelaksanaan dinilai berjalan dengan baik,” kata Febri.

Dalam kesempatan itu, Wamendikdasmen Atip juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Ketintang 1. Ia berdialog langsung dengan siswa terkait menu yang disajikan, yang dinilai telah memenuhi unsur gizi seperti protein, karbohidrat, dan susu.

Selain itu, pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan smart board turut menjadi perhatian. Fasilitas bantuan dari pemerintah pusat tersebut dinilai mampu meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa dalam proses belajar.

“Beliau mendorong agar dukungan fasilitas ini terus diperluas. Tahun lalu setiap sekolah mendapat satu unit, dan ke depan diharapkan ada penambahan,” jelas Febri.

Terkait pelaksanaan TKA jenjang SD di Surabaya, Febri memastikan hingga hari ketiga seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa.

“Meski demikian, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai tambahan poin bagi siswa yang melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi, baik dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA”ujarnya

Untuk jenjang SD, materi yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia, dilengkapi dengan survei karakter serta lingkungan belajar. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional.

“Mayoritas siswa mengikuti TKA. Bagi yang berhalangan, seperti karena sakit, akan difasilitasi melalui jadwal susulan. Jadi orang tua tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkot.Surabaya ##beritaSurabaya #SekolahDasar #TesKompetensiAkademik #AtipLatipulhayat #PendidikanNasional