KETIK, MALANG – Kepala Pasar Oro-Oro Dowo, Fitri Nur Hayati, buka suara mengenai meningkatnya animo masyarakat untuk berkunjung ke Pasar Oro-Oro Dowo setelah revitalisasi. Menurutnya, pembenahan pasar tidak hanya membuat aktivitas perdagangan semakin hidup, tetapi juga berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk datang menikmati wisata kuliner.
Fitri mengatakan revitalisasi pasar berhasil meningkatkan jumlah pengunjung, tidak hanya dari Kota Malang, tetapi juga dari luar daerah seperti Surabaya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut didorong oleh kondisi pasar yang semakin nyaman serta promosi melalui media sosial yang membuat kawasan kuliner Pasar Oro-Oro Dowo semakin dikenal masyarakat.
"Kalau weekend banyak yang habis CFD mampir ke sini. Influencer sekarang juga datang sendiri buat review, jadi pasar tetap eksis di media sosial," ujar Fitri saat ditemui di Kantor Pasar Oro-Oro Dowo, Rabu, 22 Juli 2026.
Salah seorang pengunjung, Rifa (64), mengaku datang dari Surabaya untuk melihat langsung kuliner yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia penasaran dengan berbagai makanan yang viral dan ingin membuktikan sendiri daya tarik Pasar Oro-Oro Dowo.
"Pertama milih Pasar Oro-Oro Dowo karena makanannya banyak yang viral katanya. Mau coba aja, mau membuktikan," kata Rifa.
Selama berkunjung, Rifa membeli sejumlah kuliner khas yang menjadi favorit pengunjung, seperti bakso goreng, kue lumpur, aneka bumbu dapur, hingga tempe khas Malang.
Ia menilai Pasar Oro-Oro Dowo sudah memiliki kondisi yang cukup baik dari sisi kebersihan. Meski demikian, menurutnya masih terdapat beberapa aspek yang dapat ditingkatkan, terutama penataan area dagang agar semakin nyaman bagi pengunjung.
"Bagus. Dari segi kebersihan sudah oke. Mungkin penataannya masih bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Fitri menjelaskan, perubahan wajah pasar setelah direvitalisasi turut mengubah citra pasar tradisional. Jika dahulu pasar identik dengan kondisi becek dan kumuh, kini pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.
"Dulu ke pasar cenderung emak-emak berdaster pakai sandal jepit. Sekarang muda-mudi pakai sneakers, pakai high heels bisa. Enggak takut becek, enggak bau pasar," tuturnya.
Menurut Fitri, meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah menjadi salah satu indikator bahwa revitalisasi tidak hanya menghidupkan aktivitas perdagangan, tetapi juga berhasil menjadikan Pasar Oro-Oro Dowo sebagai destinasi wisata kuliner yang semakin diminati masyarakat.
