Wisata Medis Malaysia Semakin Diminati, Banyak Warga Surabaya Mencari Opsi Kedua

23 Mei 2026 07:05 23 Mei 2026 07:05

Fitra Herdian, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wisata Medis Malaysia Semakin Diminati, Banyak Warga Surabaya Mencari Opsi Kedua

Friska Damara dan keluarga antusias berkonsultasi biaya dan perawatan rumah sakit di Malaysia. Ia ingin mencoba melakukan pengobatan di Negeri Jiran. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Wisata medis (medical tourism) Malaysia semakin diminati oleh negara-negara di kawasan ASEAN, salah satunya datang dari Surabaya. Jumlah warga Kota Pahlawan yang berkunjung ke sana, menyumbang 75 persen dari total wisatawan kesehatan dari Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mengungkapkan, wisata medis memberikan kontribusi sebanyak RM2,2 miliar dan lebih dari 970.000 wisatawan kesehatan, salah satunya dari Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Melihat data tersebut, pihaknya kembali menyelenggarakan MHX Surabaya 2026 di Tunjungan Plaza 3, Surabaya mulai tanggal 21-24 Mei 2026 untuk memperkenalkan wisata kesehatan lebih luas kepada masyarakat.

"Surabaya menjadi salah satu tujuan utama kami sejak lima tahun lalu. Berdasarkan data kami, pasien asal Surabaya selalu menyambut baik penawaran wisata medis," kata Head of Indonesia Market, MHTC, Rahmatullah Baragau, Jumat, 22 Mei 2026.

Lanjutnya, tingginya minat masyarakat Surabaya dan sekitarnya melakukan pengobatan di Malaysia karena banyak faktor, mulai dari jarak yang dekat, kuliner yang tidak terlalu berbeda jauh hingga wisata.

"Jaraknya dari Surabaya dekat. Penerbangan kurang lebih 3 jam dari Bandara Juanda ke Malaysia. Tidak ada hambatan budaya, sehingga tidak membuat pasien takut berobat di Malaysia," lanjutnya.

Selain itu paket kesehatan yang sudah dikurasi, ketersediaan dokter hingga biaya yang kompetitif menjadi pilihan tambahan bagi calon pasien asal Surabaya yang hendak berobat ke Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B menyambut baik kegiatan MHX Surabaya 2026.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kerja sama yang baik antara Indonesia, khususnya Surabaya dengan Malaysia. Dari kegiatan ini, katanya ada banyak pelajaran yang dapat diambil.

"Pemerintah perlu belajar untuk bekerja sama antar lintas organisasi perangkat daerah. MHTC memiliki platform yang berhasil menyatukan sektor kesehatan, perekonomian, pariwisata hingga keimigrasian," tuturnya.

Selain itu, Malaysia memiliki regulasi biaya perawatan yang jelas dengan adanya batas atas dari pemerintah di sana.

"Pilihan berobat keluar negeri paling tinggi didominasi Malaysia, yakni berada di angka 40 persen. Tapi kembali lagi, masyarakat silahkan memilih," ungkapnya.

Head of Sales and Marketing JavaMifi, Nursalim Madiansyah mendukung acara ini.

Sementara itu, JavaMifi melalui Head of Sales and Marketing, Nursalim Madiansyah menyampaikan dukungan bagi pasien Indonesia yang menjalani wisata medis di Malaysia melalui layanan konektivitas selama berada di luar negeri.

“Kami memiliki visi yang sama dengan MHTC bagaimana memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada pasien selama menjalani wisata medis di Malaysia agar tetap terhubung dengan orang terkasih,” ungkapnya.

Sementara itu, pameran MHTC yang berlangsung di Tunjungan Plaza 3 disambut antusias oleh pengunjung, salah satunya Friska Damara. Ia bersama dengan keluarganya sempat berbincang cukup lama dengan Island Hospital.

"Pengin tahu aja medical Malaysia, dengar banyak dokter-dokternya, rumah sakitnya. Ini baru mau coba (pengobatan di Malaysia) sih," katanya.

Sebagai informasi, MHX Surabaya 2026 diikuti oleh puluhan rumah sakit unggulan di Malaysia, dari Kuala Lumpur, Selangor, Penang, Johor, Melaka, hingga Sarawak.

Beberapa di antaranya yakni Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre, Alpha IVF & Women’s Specialists, Beacon Hospital, GenPrime Everlink Fertility Centre, Hospital Picaso, Damansara Specialist Hospital 2, MSU Medical Centre, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, Thomson Hospital Kota Damansara, UM Specialist Centre (UMSC), RS KPJ Penang, LohGuanLye Specialists Centre, Northern Heart Hospital Penang, Penang Adventist Hospital, Sunway Medical Centre Penang, dan Regency Specialist Hospital. Sementara itu, KPJ Kuching Specialist Hospital turut berpartisipasi dalam paviliun Sarawak Tourism Board.

Selain layanan medis, Sarawak Tourism Board ikut memperkenalkan konsep perawatan jangka panjang dengan biaya kompetitif yang mulai diminati masyarakat Jawa Timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wisata medis Wisata Medis Malaysia Malaysia Healthcare Rahmatullah Baragau Dinkes Sby Billy Daniel Messakh Berita Surabaya Info Surabaya