KETIK, SIDOARJO – Sosialisasi rencana pembangunan Flyover Gedangan, Sidoarjo, pada Senin malam (18 Mei 2026) menghadirkan kabar yang benar-benar baru. Apa itu? Pergeseran posisi konstruksi Flyover Gedangan ke arah timur. Apa saja alasannya?
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo M. Mahmud menyebutkan empat alasan utama. Alasan-alasan itu menjadi pertimbangan mendasar mengapa perlu ada pergeseran fisik Flyover Gedangan.
Pertama, pertimbangan teknis Detail Engineering Design (DED) Flyover Gedangan. Hasil review geometrik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menunjukkan, sisi timur memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk struktur bawah jembatan.
Kemacetan lalu lintas karena pertemuan arus lalu lintas di Persimpangan Gedangan pada tahun 2025. (Foto: Istimewa)
Kedua, pertimbangan estimasi waktu. Pergeseran Flyover Gedangan ke sisi timur mengutamakan tanah yang dikuasai oleh negara/daerah. Sehingga, birokrasi pembebasan lahan lebih cepat. Selain itu, memangkas waktu pengadaan tanah agar proyek segera dimulai.
Ketiga, pertimbangan bidang yang terdampak lebih sedikit. Jumlah bidang tanah, permukiman padat, dan area produktif warga yang terdampak pembangunan Flyover Gedangan jauh lebih sedikit dibanding sisi barat. Ini dinilai efektif dalam menekan dan meminimalkan dampak sosial di masyarakat.
Keempat, pertimbangan efisiensi anggaran. Dengan memanfaatkan lahan beberapa aset milik pemerintah di sisi timur itu dapat meminimalkan anggaran. Biaya ganti rugi lahan berkurang signifikan sehingga dana dapat dialokasikan fokus pada kualitas fisik flyover.
Mahmud juga menjelaskan keuntungan pembangunan Flyover Gedangan bagi masyarakat. Termasuk, dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo. Masing-masing keuntungan langsung dan tidak langsung.
Rencana pemindahan lokasi konstruksi Flyover Gedangan yang disosialisasikan pada Senin malam (18 Mei 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Keuntungan langsung (direct benefits), terang Mahmud, berupa penghematan nilai waktu dan penurunan biaya operasional kendaraan (BOK). Dengan pembangunan Flyover Gedangan jarak yang ditempuh lebih efektif.
Ada pula keuntungan tidak langsung (indirect benefits). Mahmud menambahkan, terbukanya akses jalan akan memajukan ekonomi kawasan yang berujung pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat. (*)
