KETIK, MALANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan. Pada Jumat, 22 Mei 2026, lapas menggelar kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) mobile serta skrining kesehatan.
Kegiatan bagi warga binaan baru tersebut guna mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas. Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Arjuno Kota Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi deteksi HIV, sifilis, pengecekan gula darah sesaat, hingga skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi dan Diabetes Melitus.
Pelaksanaan pemeriksaan ini difokuskan kepada warga binaan yang baru masuk ke lingkungan lapas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini agar kondisi kesehatan para warga binaan dapat diketahui sejak awal.
Petugas Kesehatan Lapas Perempuan Malang, Monicha Rika Ayu, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan prosedur yang cukup ketat demi memastikan hasil yang akurat.
“Skrining ini khusus kami prioritaskan bagi warga binaan yang baru masuk, baik statusnya tahanan maupun narapidana. Prosedur kami di sini sangat ketat; jika ada yang terdeteksi atau menunjukkan hasil reaktif pada pemeriksaan awal, tesnya akan langsung kami ulang kembali sampai tiga kali untuk akurasi,” jelas Monicha.
Ia juga menambahkan, setelah pemeriksaan dilakukan, warga binaan yang terindikasi memiliki masalah kesehatan akan menjalani sesi anamnesis atau pendalaman riwayat kesehatan. Jika terbukti sakit, penanganan awal langsung diberikan oleh pihak puskesmas.
“Setelah itu, mereka akan dipanggil untuk sesi anamnesis, yaitu ditanya-tanya secara mendalam mengenai riwayat kesehatannya. Jika memang terkonfirmasi sakit, pengobatan awal akan langsung disuplai dari Puskesmas Arjuno,” lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan tim medis Puskesmas Arjuno Kota Malang, Siska Ainun, menjelaskan bahwa pemeriksaan berjalan lancar dan para warga binaan cukup kooperatif selama proses berlangsung.
“Hari ini kami melaksanakan VCT mobile untuk mengecek HIV, anti-HIV, sifilis, dan gula darah sesaat, serta skrining penyakit tidak menular lainnya,” ujar Siska.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara langsung di lokasi, pihak medis memastikan tidak ditemukan warga binaan yang positif ataupun reaktif terhadap penyakit menular yang diperiksa.
“Berdasarkan hasil pengujian yang kami lakukan secara langsung di lokasi hari ini, kabar baiknya adalah tidak ditemukan adanya warga binaan yang terdeteksi positif atau reaktif terhadap penyakit-penyakit menular tersebut,” paparnya.
Melalui kolaborasi antara Lapas Perempuan Malang dan Puskesmas Arjuno, upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan lapas diharapkan dapat berjalan maksimal. Terlebih, kondisi lapas yang padat membuat pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan tetap aman, sehat, dan higienis bagi seluruh warga binaan. (*)
