Gebyar Husada 2026 Hari Jadi ke-110 Sleman Berakhir Meriah, Komitmen Sehat lewat "Stand with Science"

7 Mei 2026 15:25 7 Mei 2026 15:25

Fajar Rianto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gebyar Husada 2026 Hari Jadi ke-110 Sleman Berakhir Meriah, Komitmen Sehat lewat "Stand with Science"

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Pekan Layanan Kesehatan Terpadu Gebyar Husada 2026 di Atrium Sleman City Hall, Kamis 7 Mei 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Perhelatan Pekan Layanan Kesehatan Terpadu bertajuk Gebyar Husada 2026 resmi berakhir pada Kamis 7 Mei 2026. Selama tiga hari berturut-turut, Atrium Sleman City Hall (SCH) menjadi saksi tingginya antusiasme masyarakat Bumi Sembada dalam mengakses layanan kesehatan.

Acara yang digelar sebagai kado spesial memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman ini sukses menjadi magnet bagi ribuan warga dari berbagai lapisan usia.

Rangkaian Gebyar Husada 2026 memang menyajikan agenda yang padat dan menyentuh seluruh siklus hidup manusia. Pada hari pertama, suasana pecah dengan kehadiran ratusan ibu hamil yang mengikuti senam massal serta penyuluhan gizi.

Tidak hanya itu, balita dan anak-anak mendapatkan perhatian khusus melalui skrining tumbuh kembang untuk mendeteksi dini potensi stunting dan gangguan perkembangan lainnya.

Memasuki hari kedua dan ketiga, layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dewasa dan lansia menjadi primadona. Booth pemeriksaan jantung, cek kolesterol, dan konsultasi dokter spesialis tidak pernah sepi antrean. Salah satu agenda yang paling banyak mendapat sorotan adalah bakti sosial operasi katarak gratis bagi 110 masyarakat Sleman yang dilaksanakan secara paralel di RSUD Sleman dan RSUD Prambanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut. Mewakili Pemkab Sleman, Cahya menyampaikan rasa haru sekaligus bangga saat membacakan sambutan penutup.

Ia menyoroti bagaimana kesadaran masyarakat Sleman terhadap kesehatan telah bertransformasi ke arah yang jauh lebih positif.

"Saya berdiri di sini dengan rasa bangga dan haru. Melihat antusiasme warga yang begitu besar, mulai dari ibu hamil yang penuh energi mengikuti senam di hari pertama, balita yang mengikuti skrining tumbuh kembang, hingga para lansia yang begitu antusias memeriksakan kesehatan jantungnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Sleman telah memiliki kesadaran kesehatan yang sangat tinggi," papar Cahya.

Lebih lanjut, Cahya menekankan bahwa kesuksesan Gebyar Husada 2026 merupakan bukti nyata dari filosofi Nggendong Mikul Sleman Sehat. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan manifestasi dari semangat gotong royong yang menjadi napas pembangunan di Sleman.

Keberhasilan acara ini merupakan hasil kolaborasi erat di mana pemerintah tidak berjalan sendirian. Baznas Sleman mengambil peran dalam bakti sosial, pihak akademisi menyumbangkan keilmuan, sementara sektor swasta melalui Sleman City Hall menyediakan fasilitas yang representatif bagi publik.

Foto Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama (kiri), perwakilan dari Dinsos Sleman menyerahkan secara simbolis bantuan kursi roda kepada warga pada penutupan Gebyar Husada 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama (kiri), perwakilan dari Dinsos Sleman menyerahkan secara simbolis bantuan kursi roda kepada warga pada penutupan Gebyar Husada 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Satu poin yang menonjol dalam gelaran tahun ini adalah penerapan aspek Stand with Science. Transformasi layanan publik di Sleman diarahkan pada penggunaan teknologi yang modern, akurat, dan terpercaya.

Hal ini terlihat dari penyediaan layanan USG gratis bagi ibu hamil dan penggunaan teknologi skrining kesehatan mental berbasis digital. Menurut Cahya, inovasi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan publik terus berkembang mengikuti kemajuan zaman.

"Kesehatan adalah investasi termahal. Tanpa raga yang bugar dan jiwa yang sehat, mustahil kita bisa mewujudkan Rahayuning Bawana atau kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh masyarakat Sleman," tegasnya.

Meski secara seremonial Gebyar Husada 2026 telah ditutup, Cahya mengingatkan bahwa semangat untuk hidup sehat tidak boleh ikut berakhir. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan warga selama tiga hari ini harus dijadikan titik awal untuk memulai gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Data-data kesehatan yang diperoleh masyarakat selama kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memberikan pelayanan yang inklusif di masa mendatang.

Acara penutupan diakhiri dengan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran panitia dan tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan pelayanan dengan keramahan. Cahya menyebut dedikasi mereka sebagai amal jariah yang sangat berharga bagi kemanusiaan. Gemuruh tepuk tangan dari para hadirin menutup acara ini dengan penuh optimisme.

"Semoga semangat kebersamaan ini terus menyala di hati kita semua. Sampai jumpa di agenda-agenda kesehatan berikutnya," pungkas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kabupaten Sleman Gebyar Husada 2026 Dinkes Sleman Cahya Purnama Pemkab Sleman Sleman City Hall layanan kesehatan gratis Stand With Science Info Sleman Berita Sleman Kesehatan Masyarakat