Pakar Unej: Permintaan Maaf Tidak Menghapus Sanksi bagi Anggota DPRD yang Viral Saat Rapat

13 Mei 2026 22:40 13 Mei 2026 22:40

Thumbnail Pakar Unej: Permintaan Maaf Tidak Menghapus Sanksi bagi Anggota DPRD yang Viral Saat Rapat

Potongan layar yang merekam momen saat Achmad Syahri as-Siddiqi atau Syahri Fadil Muzakki diduga sedang asyik bermain game COC sembari merokok saat mengikuti rapat dengan Dinas Kesehatan Jember. (Foto: Istimewa/Pak Jitu for Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Jember, Dr. Aries Harianto, S.H., M.H., C.Med., menegaskan bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghapus sanksi terhadap oknum anggota DPRD yang viral karena bermain game dan merokok saat rapat resmi.

Menurutnya, jika tata tertib internal DPRD maupun partai politik mengatur mekanisme penindakan terhadap pelanggaran etik, maka aturan tersebut harus ditegakkan secara konsisten.

“Permintaan maaf tentu penting sebagai bentuk moralitas, tetapi permintaan maaf tidak menggugurkan sanksi. Jika tata tertib internal mengatur adanya penindakan, maka aturan itu harus ditegakkan secara konsisten,” ujar Dr. Aries, Rabu, 13 Mei 2026. 

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri as-Siddiqi atau Syahri Fadil Muzakki, diduga kedapatan bermain game COC sembari merokok saat sedang mengikuti rapat penting bersama Dinas Kesehatan Jember. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan kesehatan yang sedang membelit warga Jember, salah satunya stunting.

Aries menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah pribadi semata. Menurutnya, perilaku anggota dewan di ruang rapat berkaitan langsung dengan kehormatan lembaga dan kualitas budaya kerja politik.

Aries mengingatkan, jika tidak ada ketegasan dari pimpinan DPRD maupun partai politik, perilaku serupa dikhawatirkan dapat berkembang menjadi kebiasaan buruk di lingkungan lembaga legislatif.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan internal yang berjalan terbuka dan profesional. Menurutnya, publik perlu mengetahui bahwa DPRD benar-benar menjalankan mekanisme etik dan disiplin terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

“Publik harus dapat mengakses proses penegakan etik dan disiplin itu. Transparansi penting agar masyarakat percaya bahwa lembaga tidak menutup-nutupi pelanggaran yang terjadi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penegakan aturan secara terbuka tidak hanya penting untuk memberi efek jera, tetapi juga untuk menjaga marwah lembaga politik di mata masyarakat.

Menurut Dr. Aries, tindakan bermain game saat rapat menunjukkan rendahnya penghormatan terhadap forum resmi. Sementara perilaku merokok di ruang rapat juga dinilai tidak mencerminkan profesionalitas pejabat publik.

“Orang yang bermain Game saat rapat berarti tidak fokus pada substansi kegiatan. Itu mencerminkan sikap tidak serius dan tidak respect terhadap forum maupun pihak lain,” tegasnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh anggota legislatif agar lebih disiplin, profesional, dan mematuhi tata tertib saat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

 

 

Tombol Google News

Tags:

Achmad Syahri As-siddiqi Sanksi Anggota Dprd Tata Tertib Dprd Anggota Dprd Viral Dprd Main Game Saat Rapat Penegakan Etik Dprd Pakar Hukum Unej Disiplin Anggota Dewan