ITS Luncurkan Renstra 2026–2030, Fokus Hilirisasi Riset dan Inovasi Berdampak

7 Mei 2026 14:36 7 Mei 2026 14:36

Gracio Pardomuan, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail ITS Luncurkan Renstra 2026–2030, Fokus Hilirisasi Riset dan Inovasi Berdampak

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati dalam Rapat Pimpinan pembahasan Rencana Strategis ITS 2026-2030. (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 sebagai arah baru transformasi kampus menuju universitas berbasis inovasi dan kewirausahaan.

Lewat strategi ini, ITS menegaskan riset kampus tak lagi berhenti pada publikasi jurnal, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati menekankan pentingnya hilirisasi riset agar hasil penelitian mampu menyelesaikan persoalan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

“Saya tekankan hilirisasi riset dengan industri agar dapat menyelesaikan persoalan dan menciptakan nilai ekonomi,” katanya dikutip dari laman ITS, Kamis, 7 Mei 2026.

Renstra ITS 2026–2030 mengusung tema besar Raise, yang menjadi fondasi pengembangan kampus dalam menghadapi tantangan global seperti disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga krisis energi.

Raise mencakup lima fokus utama, yakni penguatan riset aplikatif dan berdampak, peningkatan reputasi akademik global, pengembangan inovasi dan kewirausahaan, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola institusi yang profesional dan adaptif.

ITS juga menargetkan diri menjadi Global Impact University pada 2030, yakni perguruan tinggi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin ITS tidak hanya dikenal dari segi akademik, tetapi juga dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, ITS menyiapkan tiga pilar pengembangan yakni ITS Tangguh, ITS Berdampak, dan ITS Mendunia.

Strategi ini diarahkan untuk memperkuat adaptasi kampus terhadap perubahan global, memperluas jejaring internasional, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Di sektor akademik, ITS akan memperkuat kurikulum berbasis teknologi dan kebutuhan industri. Sementara pada bidang riset, kampus akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi inovasi agar hasil penelitian memiliki nilai tambah ekonomi.

Wakil Rektor II ITS, Machsus menambahkan bahwa penguatan inovasi harus dibarengi kemandirian finansial kampus melalui diversifikasi pendanaan dan kemitraan industri.

“Kampus tak boleh hanya bergantung pada anggaran negara,” ujarnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Info Kampus Hilirisasi Riset ITS Renstra Its Institut Teknologi 10 Nopember