Cerita Mardi, Jemaah Lansia 103 Tahun asal Indonesia yang Mantap Jalani Puncak Haji

14 Mei 2026 22:11 14 Mei 2026 22:11

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Cerita Mardi, Jemaah Lansia 103 Tahun asal Indonesia yang Mantap Jalani Puncak Haji

Jemaah haji Indonesia berusia 103 tahun, Mbah Mardi, bersiap berangkat dari Madinah menuju Makkah menggunakan bus untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji 2026, Senin, 11 Mei 2026.

KETIK, JAKARTA – Usia senja tak menghalangi semangat Mardijiyono atau yang akrab disapa Mbah Mardi untuk menunaikan ibadah haji 2026 di Tanah Suci.

Di usia 103 tahun, ia tetap menjalani rangkaian ibadah haji dengan penuh semangat meski harus menggunakan kursi roda selama perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Jemaah asal Indonesia tersebut tergabung dalam kloter YIA 9 yang diberangkatkan dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin sore, 11 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan pendampingan petugas haji, ia perlahan dibantu menuju bus keberangkatan bersama sejumlah jemaah lanjut usia lainnya untuk melaksanakan umrah wajib sebelum memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Diketahui, keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih cepat dari jadwal semula karena seluruh jemaah telah siap diberangkatkan.

“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” kata Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, Rabu, 13 Mei 2026.

Meski kondisi fisiknya tidak lagi prima, semangat ia menjalankan ibadah tetap terlihat kuat.

Bahkan sejak sekitar pukul 15.30 WAS atau menjelang salat Ashar, ia sudah duduk di dalam bus sambil menunggu keberangkatan menuju Makkah. 

Sementara sebagian jemaah lain masih menunaikan salat di Masjid Nabawi.

Petugas turut membantu seluruh proses mobilitas ia mulai dari hotel hingga menuju bus yang akan membawa rombongan ke Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil miqat dan niat ihram.

Perjalanan ibadah yang dijalani ia juga tidak lepas dari tantangan kesehatan.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi akibat kondisi fisiknya.

Namun setelah menjalani masa pemulihan, kondisinya disebut stabil dan siap melanjutkan rangkaian ibadah haji.

Selama dirawat, ia diketahui tetap kooperatif dan memiliki selera makan yang baik.

“Makanannya enak, saya suka,” ujar Mbah Mardi singkat.

Selama berada di Madinah, ia juga telah menjalani sejumlah ibadah, mulai dari salat di Masjid Nabawi hingga berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW.

Ia mengaku selalu menjalani hidup dengan ikhlas dan bahagia, pun menyebut tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.

Dengan pendampingan penuh dari petugas haji Indonesia, Mbah Mardi mantap menjalani fase puncak ibadah haji di Armuzna.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mardijiyono Mbah Mardi Ramlan Sudarto Haji 2026 Madinah Makkah Masjid Nabawi Bir Ali Masjid Dzulhulaifah Jemaahlansia Armuzna berita haji info haji