KETIK, PACITAN – Penataan kawasan Alun-alun Pacitan mulai menunjukkan perubahan setelah pedagang kaki lima (PKL) dipindahkan dari badan jalan ke atas trotoar.
Meski wajah kawasan kini terlihat lebih rapi, persoalan parkir kendaraan justru masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Pantauan Ketik.com pada Sabtu malam hingga Minggu, 27-28 Juni 2026, menunjukkan kondisi parkir di sekeliling Alun-alun Pacitan masih semrawut.
Ratusan sepeda motor terparkir di berbagai sisi jalan sampai depan toko maupun lembaga pendidikan tanpa pola yang jelas, bahkan sebagian memakan badan jalan sehingga mempersempit ruang lalu lintas.
Kondisi tersebut paling terasa saat akhir pekan ketika jumlah pengunjung melonjak.
Kendaraan yang keluar masuk kawasan harus saling bergantian karena ruang jalan berkurang akibat kendaraan yang diparkir sembarangan.
Situasi ini cukup kontras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan yang sebelumnya menata PKL demi menciptakan kawasan Alun-alun yang lebih tertib, bersih, dan estetik.
Salah seorang pedagang di kawasan Alun-alun, Rahman (43), mengakui relokasi PKL membawa dampak positif terhadap wajah kawasan.
"Kalau dibanding dulu memang sekarang lebih rapi. Orang yang datang juga lebih leluasa melihat kawasan Alun-alun karena pedagang sudah ditata," katanya, Minggu, 28 Juni 2026.
Namun menurutnya, penataan tersebut belum bisa dikatakan tuntas karena persoalan parkir belum ikut dibenahi.
"Yang sekarang justru parkirnya masih semrawut. Kalau malam Minggu atau hari libur kendaraan banyak sekali. Motor parkir di mana saja sehingga tetap mengurangi keindahan kawasan. Jadi menurut saya penataannya belum selesai kalau parkirnya masih seperti ini," ujarnya.
Rahman berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi lanjutan dengan menata titik-titik parkir, memperjelas lokasi parkir resmi, sekaligus meningkatkan pengawasan petugas agar kendaraan tidak berhenti sembarangan.
"Kalau parkir bisa diatur lebih tertib, menurut saya Alun-alun Pacitan akan jauh lebih nyaman dan menarik untuk dikunjungi," tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Suhaimin (39), pengunjung asal Kecamatan Tulakan.
Ia menilai kondisi parkir yang tidak tertata membuat arus kendaraan menjadi tersendat, terutama di sisi timur Alun-alun saat malam akhir pekan.
"Kalau ramai, kendaraan keluar masuk jadi saling berebut jalan. Motor parkirnya tidak beraturan sehingga jalan terasa lebih sempit, seperti yang ada di sisi timur," katanya.
Menurut Suhaimin, langkah pemerintah menata PKL patut diapresiasi karena membuat kawasan terlihat lebih bersih dan lapang dibanding sebelumnya.
Meski demikian, ia menilai kenyamanan pengunjung belum akan maksimal apabila sistem parkir tidak segera dibenahi.
"Harapannya parkir juga ditata. Misalnya dibuat jalur yang jelas atau lokasi parkir khusus supaya kendaraan tidak parkir sembarangan. Kalau semuanya tertib, pengunjung pasti lebih nyaman," ujarnya.(*)
.png)