Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

17 April 2026 19:10 17 Apr 2026 19:10

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

Suasana saat warga binaan LPP Malang menikmati kuliner rombong. (Dokumentasi Humas Lapas Perempuan Malang)

KETIK, MALANG – Lapas Perempuan Kelas IIA Malang menghadirkan inovasi yang membuat warga binaan merasa senang. Inovasi berupa kuliner rombong ini bukan hanya menyediakan makanan tambahan namun juga memenuhi hak dasar warga binaan.

Aroma masakan yang khas dipadupadankan dengan rombong yang berjajar rapi. Hal tersebut membuat warga binaan berasa sedang makan di pujasera di tengah masyarakat luas. 

Tak heran jika inovasi tersebut disambut dengan antusias oleh para warga binaan. Terlebih mereka dapat memilih beragam menu yang dapat membuat pikiran lebih segar dan kondisi psikologis lebih positif.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margiati menjelaskan inovasi tersebut sebagai bentuk pemenuhan hak bagi warga binaan. Menurutnya lembaga pemasyarakatan harus bertransformasi menjadi institusi yang semakin humanis.

"Kuliner rombong ini adalah salah satu langkah nyata kami untuk mewujudkan lingkungan Lapas yang lebih positif bagi seluruh warga binaan," ujarnya, Jumat, 17 April 2026.

Endang menjelaskan bahwa layanan kuliner rombong menjadi bagian untuk melakukan stabilitas emosional warga binaan. Selain itu juga bentuk perhatian terhadap tingkat kebahagiaan warga binaan yang selama ini tinggal di balik jeruji.

“Kami di jajaran pimpinan selalu berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan sentuhan kenyamanan," ungkapnya. 

Kehadiran rombong kuliner juga berkat peran dari Koperasi Lapas sebagai motor penggerak. Ketua Koperasi Lapas Perempuan Malang, Tyna menjelaskan pengelolaan kuliner rombong dilakukan dengan profesional. Bahkan standar kebersihan pun turut diperhatikan. 

“Kami memastikan seluruh rantai proses berjalan dengan sangat baik, mulai dari pemilihan bahan baku, penyediaan menu, hingga teknis distribusi kepada warga binaan di lapangan. Kami tidak ingin inovasi ini mengabaikan unsur ketertiban," jelas Tyna.

Melalui inovasi tersebut ia berharap kebutuhan rekreasi kuliner warga binaan dapat tercapai. al ini secara langsung akan mempermudah petugas dalam melakukan pendekatan persuasif dan pembinaan karakter, karena warga binaan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara layak sebagai manusia. 

"Harapannya, layanan ini menambah semangat dan motivasi warga binaan dalam menjalani aktivitas harian mereka. Kedepan, kami akan terus mengevaluasi dan mengembangkan menu-menu yang ditawarkan sesuai dengan minat warga binaan,” tutupnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

#LapasPerempuanMalang #RombongKuliner #wargabinaan