KETIK, MALANG – Black Embek yang menjadi ikon Kidul Pasar Malang selalu inovatif dalam mengebas acara perayaan Hari Raya Iduladha. Perkumpulan para pemuda ini semakin tahun semakin kreatif dan menarik banyak minat masyarakat Malang.
Tahukah Anda, ternyata Black Embek sudah hadir sejak tahun 70an dan dipandang negatif oleh masyarakat Kidul Pasar. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2000an, perkumpulan pemuda Kidul Pasar ini telah berevolusi dengan menciptakan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang positif.
Serta di tahun 2016, para pemuda ini mencetuskan tradisi arak-arakan hewan kurban setiap Hari Raya Iduladha. Hingga, setiap tahun berikutnya event lebaran kurban menjadi ikon Kidul Pasar yang menarik banyak masyarakat Malang dari berbagai daerah.
Siapa sangka jika di awal adanya arak-arakan hewan kurban, hanya ada 5 hingga 10 ekor saja. Namun, para pemuda terus konsisten dalam menciptakan tradisi ini. Hingga sekarang mencapai sekitar 90 ekor, dari kambing hingga sapi.
Dokumentasi lama pada kegiatan Black Embek saat Hari Raya Iduladha. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Setiap Hari Raya Iduladha, Black Embek juga menawarkan kaos dengan desain berbeda-beda tiap tahunnya. Pembeli kaos ini sendiri tak hanya dari masyarakat Kidul Pasar, bahkan Black Embek juga menerima pesanan dari Irian Jaya.
Ahmad Zakariah selaku Ketua Yayasan Masjid Noor Kidul Pasar Malang mengungkapkan dengan masifnya pada media sosial, banyak masyarakat Indonesia yang telah mengenal Black Embek.
Dengan gagasan kreatif para pemuda, para tetua juga turut mendukung dan merestui untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia jika Masjid Noor Kidul Pasar Malang memiliki tradisi yang menjadi ikon di setiap Hari Raya Iduladha.
Ahmad Zakariah juga mengatakan jika kegiatan arak-arakan ini juga telah menjadi kearifan lokal yang tidak hanya berhura-hura namun juga memberikan pembelajaran dalam membuat kegiatan besar kepada anak muda.
"Saya katakan kearifan lokal dari Kidul Pasar ini. Tidak sekedar hura-hura, tetapi ada pembelajaran. Bagaimana anak-anak menata kegiatan sekian besar ini untuk menjadi Event Organizer (EO) itu kan juga harus belajar dari yang kecil-kecil ini. Ini saya sudah melihat sangat bagus ini. Saya terima kasih kepada tim Black Embek," ujarnya.
Ia juga mengatakan jika berhasilnya event ini di setiap Hari Raya Iduladha juga berkat kerjasama dengan semua masyarakat Kidul Pasar, seperti NU, Muslimat, Fatayat, RT, RW turut bersatu dan berpartisipasi.
"Di samping juga kepada NU, kepada Muslimat, Fatayat. Semua yang ada di ketua pasar, RT, RW semua ikut jadi satu. Nah ini lah kalau digotong bersama itu menjadi ringan, menjadi bagus," jelas Zakariah.
Tak hanya itu, demi meningkatkan kualitas daging kurban yang akan dibagikan, Black Embek juga mendatangkan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) untuk mendampingi selama proses penyembelihan. Selain itu, tenaga ahli potong dari Rumah Potong Hewan (RPH) juga dihadirkan untuk mendampingi seluruh panitia kurban di Kidul Pasar.
Selain itu, Black Embek juga berkolaborasi bersama linmas untuk menjamin keamanan dalam setiap acara besar memperingati Hari Raya Iduladha. Dengan semakin meningkatnya kualitas dari penyembelihan hewan kurban, Zakariah berharap agar Black Embek tetap bersatu dan terus memiliki komunikasi yang baik.
"Harapan saya, jaga satu persatuan, komunikasi yang baik. Konsolidasi dan koordinasi yang bagus. Hargai yang tua, Hormati yang tua tetapi ayomi yang muda itu. Saya kira itu prinsip itu," ucapnya penuh harapan.(*)
