KETIK, PROBOLINGGO – Lamanya dinamika dualisme kepemimpinan di tubuh Laskar Merah Putih (LMP) akhirnya usai. Pertemuan Ade Erfil Manurung, dengan HM Arsyad Cannu, pada 17 April 2026, menyepakati dua kubu kembali dalam satu barisan.
Untuk diketahui, selama ini, persoalan di LMP tak lepas dari tarik-menarik kepemimpinan. Namun dari sisi hukum, posisi Arsyad Cannu, sebenarnya sudah jelas.
Ia telah dinyatakan sah sebagai ketua umum melalui putusan PTUN DKI Jakarta dan PN Jakarta Barat. Pengesahan itu juga diperkuat lewat Kementerian Hukum dan HAM melalui sistem AHU.
Dalam pertemuan tersebut, Ade Erfil Manurung, secara terbuka mengakui kepemimpinan Arsyad Cannu. Ia memilih tetap berada di lingkar organisasi sebagai Dewan Pendiri, tanpa masuk ke struktur operasional.
Sikap ini dinilai sebagai langkah dewasa untuk mengakhiri ketegangan yang selama ini terasa sampai ke bawah.
Di internal LMP, kabar ini langsung disambut positif. Banyak kader berharap, dengan bersatunya kembali dua tokoh ini, konsolidasi organisasi bisa berjalan lebih cepat dan solid. Di daerah, dukungan juga mengalir.
Hartono, Sekretaris LMP Kota Probolinggo, menilai pertemuan dua tokoh di tingkat pusat sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan yang selama ini terasa hingga daerah. Menurutnya, kader di lapangan membutuhkan kepastian arah agar bisa bekerja lebih fokus.
Ia berharap kesepakatan yang sudah dicapai benar-benar dijaga dan ditindaklanjuti dengan komunikasi yang terbuka. “Kami di daerah siap mengikuti garis komando yang jelas dan solid,” ujarnya.
Hartono juga mengajak seluruh anggota untuk menahan diri dari polemik serta kembali menguatkan kebersamaan demi menjaga nama baik organisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Markas Cabang LMP Kota Probolinggo, Nur Fathur, saat dihubungi juga menyampaikan apresiasinya atas pertemuan tersebut. Menurutnya, ini jadi momentum penting untuk menutup konflik lama.
“Untuk kepentingan bangsa dan negara, saatnya kita bersatu, bergandengan tangan, dan berkontribusi membangun Indonesia,” ujarnya, Sabtu 18 April 2026.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk kembali fokus mendukung pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Mencairnya hubungan di level pusat membuat LMP bisa kembali solid dari atas sampai ke akar rumput. Tidak lagi terpecah, tapi bergerak dalam satu arah,” tandas politisi Partai Gerindra itu.(*)
