KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya bakal menerjunkan tim dengan personel ratusan mahasiswa dan belasan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kota Malang.
"Untuk Iduladha di Kota Malang, kami akan menurunkan kurang lebih 400 mahasiswa dan 15 dokter hewan. Mereka diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban," ujar Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat Idulkurban FKH UB, drh. Yulinar Risky Karaman kepada Ketik.com, Selasa, 19 Mei 2026.
Diketahui, pengerahan para mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memberikan pengalaman langsung dalam melaksanakan tugas sebagai dokter hewan.
Pasalnya, sebagai calon dokter hewan, para mahasiswa ini juga memahami tujuan dari tugasnya, yakni menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Salah satu caranya adalah memastikan bahwa hewan kurban dan dagingnya bebas dari segala macam penyakit sebelum diterima oleh masyarakat.
Dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan baik di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun di lapak-lapak pedagang hewan kurban.
"Kami masih menunggu arahan dari Dispangtan Kota Malang untuk pelaksanaannya. Insyaallah, dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan bersama dengan petugas dari Dispangtan Kota Malang," jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai dosen FKH UB ini menyampaikan, pemeriksaan hewan kurban dibagi dalam dua tahap, yaitu sebelum disembelih (ante mortem) dan sesudah disembelih (post mortem).
"Saat ante mortem, yang kami periksa adalah kondisi fisik hewan kurban, mencakup suhu tubuh, kondisi badan, napas, dan detak jantungnya. Kondisi tubuh luar juga dicek, apakah ada abnormalitas yang menunjukkan kecacatan serta umurnya apakah sesuai dengan syariat, yaitu minimal 1 tahun untuk kambing dan domba serta 2 tahun untuk sapi maupun kerbau," bebernya.
Yulinar menambahkan bahwa penyakit yang perlu diwaspadai adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), LSD (Lumpy Skin Disease), dan berbagai penyakit lain seperti parasit kulit, penyakit pernapasan, dan cacingan. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada peternak dan pedagang hewan kurban untuk rutin menjaga kebersihan kandang serta memberikan vitamin dan pakan berkualitas dengan pola pemberian yang diatur sedemikian rupa.
"Bagi yang ingin membeli hewan kurban, pastikan hewannya dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan cukup umur sesuai dengan syariat," pungkasnya.
