Tanggapi Pidato Kenegaraan Prabowo, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Reformasi BUMD

14 Agustus 2026 19:12 14 Agt 2026 19:12

Lutfia Indah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tanggapi Pidato Kenegaraan Prabowo, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Reformasi BUMD

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menjelaskan tentang reformasi BUMD, merespon pidato kenegaraan presiden Prabowo. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Ia mendorong agar Pemerintah Kota Malang melakukan reformasi BUMD. 

Presiden Prabowo sendiri menyoroti beberapa hal, seperti swasembada daging hingga efisiensi BUMN. Mia menyebut telah memberikan beberapa catatan rekomendasi untuk BUMD Kota Malang, salah satunya Tugu Aneka Usaha. 

"Sebenarnya kan kami sudah melakukan beberapa catatan rekomendasi ya di LPJ, kan sudah terlihat bahwa harus ada reformasi BUMD gitu kan. Salah satunya kan yang disoroti juga kaitannya dengan Tugu Aneka Usaha," ujarnya, Jumat 14 Agustus 2026.

Ia menyayangkan bahwa hingga saat ini Perumda Tugu Aneka Usaha tak kunjung menghasilkan profit. Evaluasi perlu segera dilaksanakan untuk mengetahui akar dari persoalan tersebut. 

Termasuk agar Pemerintah Kota Malang mengetahui proyeksi dan plan bisnis Perumda Tugu Aneka Usaha ke depannya. 

"Bahwa saat ini masih belum profit, masih defisit. Apakah kita perlu merombak kembali dan menelaah kembali kiranya program kerja dan juga business plan-nya itu. Kan belum kita dengarkan dari Pemerintah Kota Malang seperti apa kiranya proyeksi ke depan," ungkap Mia. 

Ia menilai BUMD tidak cukup hanya menjalankan rutinitas bisnis, tetapi harus mampu menghadirkan terobosan. Terlebih, perusahaan daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah. 

DPRD Kota Malang sendiri telah memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Malang. Mia mendorong agar Pemkot Malang menindaklanjuti melalui langkah nyata termasuk menimbang kelayakan BUMD untuk dipertahankan dengan mempertimbangkan pola bisnis yang ada. Termasuk dengan opsi lainnya jika diperlukan perubahan. 

"Kan kita sudah memberikan rekomendasi beberapa kali gitu kan, bahwa kita membutuhkan memang ada jawaban-jawaban dari tantangan-tantangan itu khususnya yang dialami, yang dihadapi oleh BUMD tersebut," kata Mia.

Kota Malang sendiri memiliki sejumlah perusahaan daerah, mulai dari Perumda Tugu Aneka Usaha, Perumda Tugu Artha, hingga Perumda Tugu Tirta. Mia menjelaskan Perumda Tugu Artha telah mendapatkan tambahan penyertaan modal dari Pemkot Malag.

Melalui penyertaan modal tambahan tersebut, Mia mengharapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai wadah menangkap peluang perekonomian. BUMD di Kota Malang juga tidak dapat hanya menjalankan fungsi bisnis namun juga instrumen dalam mendorong perekonomian Kota Malang.

"Tugu Artha ini kan sudah kita tambahkan kemarin kalau tidak salah suntikan anggaran dana itu kan sebanyak Rp7 miliar per tahun, jadi total Rp35 miliar. Harapan kami ini bisa menangkap permasalahan perekonomian di Kota Malang, misalkan kita mau mengembangkan UMKM dan lain sebagainya," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam Pidato Kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan tentang penutupan sekitar 290 BUMN yang dianggap tidak produktif serta tidak memberikan keuntungan, sebagai bentuk perampingan dan restrukturisasi. 

Ke depan, pemerintah juga akan kembali menargetkan penutupan sebanyak 300 BUMN hingga akhir tahun 2026. Kondisi tersebut membuat setidaknya terdapat 750 BUMN yang akan ditutup oleh Prabowo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bumd Kota Malang DPRD Kota Malang Pidato Kenegaraan Prabowo Subianto