Sambut Mahasiswa Baru, Unisma Kenalkan 17 SDGs dan Pengabdian Masyarakat

28 September 2026 14:42 28 Sep 2026 14:42

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sambut Mahasiswa Baru, Unisma Kenalkan 17 SDGs dan Pengabdian Masyarakat

Ribuan mahasiswa baru Unisma mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus, salah satunya Oshika Maba. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) bersemangat mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2026. Mereka dikenalkan dengan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) dan terjun langsung melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Terdapat tiga tahap penyambutan mahasiswa baru oleh Unisma. Tahap pertama, yaitu Oshika Maba, diikuti oleh 1.620 mahasiswa S1 reguler pada Senin, 28 September 2026. Rangkaian kedua dilaksanakan khusus bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pascasarjana, dan Program Doktor dengan jumlah 810 mahasiswa. 

Selanjutnya, tahap ketiga khusus untuk penerimaan mahasiswa baru jalur konsultasi Fakultas Kedokteran serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 300 mahasiswa.

"Untuk yang ditekankan pada Oshika Maba kali ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu Kementerian Dikti Saintek Berdampak. Sehingga kita juga menekankan Unisma bermanfaat, Unisma berdampak," ujar Rektor Unisma, Prof. Junaidi.

Selama menjalani masa orientasi, mahasiswa baru Unisma diajak untuk menyadari pola pikir global melalui pengenalan 17 SDGs dan implementasinya selama 3–7 hari ke depan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sejak dini.

"Kemudian implementasinya yang sedang kita laksanakan dalam tiga hari bahkan satu minggu ke depan ini. Sehingga nanti akan ada beberapa kegiatan pengabdian juga gitu ya, sehingga ini supaya lebih berdampak," lanjutnya.

Prof. Junaidi menjelaskan pada tahun ini Unisma juga menerima sekitar 37 mahasiswa dari luar negeri. Namun, beberapa di antaranya masih dalam tahap menyelesaikan perizinan untuk masuk ke Indonesia, sehingga baru sekitar 10 mahasiswa asing yang telah tiba di Unisma. 

"Mahasiswa yang sampai saat ini itu sudah terdaftar 37 mahasiswa baru. Itu di luar mahasiswa Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Tetapi yang sudah clear dengan visanya sekitar 10-11 mahasiswa. Nah, kemudian sisanya yang lain masih sedang mengurus perizinan untuk bisa masuk ke Indonesia," ungkapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Oshika Maba Maba Unisma Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Malang SDGs UNISMA