KETIK, MALANG – Sebanyak 211 warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang bersemangat mengikuti senam pagi. Kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari pemenuhan hak kesehatan dan rekreasi terhadap warga binaan.
Terdapat strategi khusus yang dilakukan selama pelaksanaan senam pagi. Dengan mempertimbangkan keterbatasan area, peserta senam dibagi berdasarkan blok hunian secara bergantian. Melalui cara tersebut, setiap warga binaan memiliki ruang gerak agar pelaksanaan senam lebih efektif.
Dian selaku Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) menjelaskan kesehatan fisik menjadi fondasi sebelum warga binaan menerima program pembinaan.
"Senam ini adalah salah satu cara kami memberikan hak rekreasi dan kesehatan bagi Warga Binaan. Kalau fisik mereka sehat dan pikiran mereka tenang, maka proses pembinaan lainnya akan jauh lebih mudah dilaksanakan," ujarnya, Jumat 17 April 2026.
Menurutnya kebugaran jasmani berkaitan dengan kestabilan emosional warga binaan. Melalui senam pagi, tak hanya fisik warga binaan saja yang terjaga namun juga kesehatan mental.
"Program ini akan terus dievaluasi agar memberikan dampak yang semakin baik bagi seluruh penghuni. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan variasi kegiatan yang mampu menghilangkan kejenuhan," lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga memastikan bahwa pelaksanaan senam pagi tetap memperhatikan standar keamanan dan profesionalisme. Pihak Lapas Perempuan Malang juga menghadirkan pelatih senam profesional dari luar instansi.
"Prosedur tetap dijalankan secara ketat sesuai dengan SOP yang berlaku. Sebelum memasuki area steril Lapas, pelatih tamu tersebut wajib menjalani proses penggeledahan badan dan barang secara menyeluruh," sebutnya.
