KETIK, MALANG – Fenomena musim 'bediding' kini mulai dirasakan oleh masyarakan Kota Malang. Kenaikan suhu yang membuat udara lebih dingin khususnya pada malam hari ini telah dirasakan sejak akhir Mei 2026.
Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno menjelaskan penyebab fenomena bediding ini. Diperkirakan bediding berlangsung lebih kuat pada tahun ini, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Penurunan suhu terjadi karena minimnya tutupan awan saat musim kemarau, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari," ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.
Terlebih fenomena bediding kali ini berbarengan dengan El Nino uang membuat anomali iklim muncul. Malam, bahkan siang hari pun menjadi lebih dingin.
"Selain itu, angin muson timur dari Australia juga membawa massa udara yang lebih kering dan dingin ke wilayah Indonesia,” lanjutnya.
Selama musim bediding ini, Prayitno meminta agar masyarakat lebih waspada dan menjaga kesehatan tubuh. Kendati demikian masyarakat tidak perlu panik dan hanya tinggal melakukan antisipasi saja.
"Masyarakat diimbau menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, menjaga daya tahan tubuh, serta mengurangi aktivitas yang berisiko terpapar udara dingin secara berlebihan," sebutnya.
Khususnya bagi kelompok rentan, yakni anak-anak dan lansia siharaoak dapat mengikuti imbauan tersebut. Mengingat suhu dingin dapat memicu gangguan kesehatan.
"Kesehatan masyarakat khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan harus diperhatikan. Suhu dingin dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik," katanya. (*)
