KETIK, PACITAN – Sedikitnya ada lima destinasi wisata yang menjadi tulang punggung pergerakan pariwisata Pacitan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Dari total 174.229 kunjungan wisatawan, sebagian besar mengalir ke lima lokasi favorit yang sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata hingga ratusan juta rupiah di awal 2026.
Data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan mencatat, kunjungan wisata Nataru tersebar di destinasi yang dikelola pemerintah daerah (pemda) sebanyak 92.136 pengunjung, sementara destinasi non-pemda mencapai 82.093 pengunjung.
Dari puluhan objek wisata yang ada, lima destinasi tampil sebagai magnet utama wisatawan. Diantaranya:
1. Pantai Klayar
Pantai Klayar menempati posisi teratas sebagai destinasi paling ramai dikunjungi.
Ombak khas, batu karang ikonik, dan akses yang semakin mudah membuat Klayar nyaris tak pernah sepi sepanjang libur panjang.
2. Pantai Watukarung dan Kasap
Di posisi kedua, Pantai Watukarung dan Pantai Kasap atau Raja Ampat-nya Pacitan yang menjadi favorit wisatawan pencinta alam dan surfing.
Karakter pantai yang eksotis dan relatif menantang menjadikan kawasan ini incaran wisatawan luar daerah.
3. Pantai Teleng Ria
Urutan ketiga ditempati Pantai Teleng Ria. Destinasi ini masih menjadi andalan wisata keluarga karena lokasinya dekat pusat kota serta fasilitas yang terus berkembang.
4. Sungai Maron
Sungai Maron atau River Amazon-nya Pacitan berada di peringkat keempat.
Wisata susur sungai dengan perahu tradisional ini tetap konsisten menarik minat pengunjung yang ingin menikmati sisi lain Pacitan, jauh dari hiruk pikuk pantai.
5. Goa Gong
Sementara itu, Goa Gong yang juga termasuk Goa tercantik di Asia Tenggara melengkapi lima besar destinasi terfavorit.
Sebagai ikon wisata goa Pacitan, Goa Gong tetap menjadi tujuan wajib bagi wisatawan yang datang pertama kali ke Kota 1.001 Goa.
Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan tingginya kunjungan ke lima destinasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan PAD pariwisata.
Ia menyebut, secara keseluruhan realisasi kunjungan wisata selama Nataru melampaui target yang ditetapkan.
Dari target 150 ribu pengunjung, realisasi sudah di atas 116 persen.
“Pacitan jadi alternatif saat Yogyakarta macet, Gunungkidul padat, sementara Bali relatif sepi. Itu sangat terasa dampaknya di lapangan,” ujarnya, baru-baru ini.
Munirul menambahkan, capaian awal 2026 ini menjadi lanjutan tren positif sepanjang 2025. Hingga akhir Desember 2025, PAD pariwisata Pacitan mencapai Rp1,5 miliar, atau melampaui 112 persen dari target bulanan.
Secara tahunan, target PAD pariwisata sebesar Rp9 miliar juga berhasil tercapai 100 persen untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini hasil kerja bersama, mulai dari pengelola wisata, pokdarwis, pelaku UMKM, sampai masyarakat sekitar destinasi,” kata Munirul.(*)
