KETIK, ACEH BARAT DAYA – Kepedulian dan kebersamaan warga Desa Blang Raja, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali terpatri dalam sebuah kegiatan penuh makna. Sebanyak 22 anak yatim dan piatu di desa tersebut menerima santunan yang bersumber dari sumbangan ikhlas masyarakat.
Kegiatan santunan yang dilaksanakan di kawasan Pantai Bali, Susoh, pada Minggu, 25 Januari 2026 tersebut berlangsung dengan suasana sederhana namun sarat kehangatan dan penuh keakraban.
Sebelum penyerahan santunan, acara diawali dengan tausiah singkat dan doa bersama, sebagai pengingat akan pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
Kepala Desa (Keuchik) Blang Raja, Teuku Faisal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak yatim dan piatu di desanya.
Ia menegaskan, santunan yang diberikan bukan diukur dari besar kecilnya nilai materi, melainkan dari keikhlasan dan niat tulus untuk berbagi kebahagiaan.
Puluhan anak yatim dan warga Blang Raja, Babahrot, foto bersama dalam kegiatan santunan anak yatim dan piatu di Abdya, Minggu, 25 Januari 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat kebersamaan dan sumbangan ikhlas masyarakat Desa Blang Raja. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban anak-anak kita serta menumbuhkan semangat mereka dalam menjalani kehidupan,” ujar Teuku Faisal.
Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh warga yang telah berkontribusi, baik dalam bentuk materi maupun tenaga, sehingga kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar.
"Tradisi saling peduli seperti ini perlu terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat," tutur Teuku Faisal.
Dengan adanya pelaksanaan santunan yatim dan piatu ini, tambahnya, maka dapat menghindari menghindari dari sipat orang-orang yang mendustakan agama sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ma'mun yang artinya "Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan agama, maka itulah orang yang menghardik anak yatim".
"Dari hal inilah kami berharap agar masyarakat terhindar dari orang-orang pendusta agama," ucap Teuku Faisal.
Wajah ceria dan senyum tulus tampak dari para anak yatim dan piatu penerima santunan. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga tentang perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan yang memberi kekuatan moral.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Blang Raja berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati dapat dirasakan saat mampu berbagi dengan sesama. (*)
