Resmi! Rais Aam KH Miftachul Ahyar Copot KH Yahya Staquf dari Jabatan Ketua Umum PBNU

30 November 2025 07:43 30 Nov 2025 07:43

Thumbnail Resmi! Rais Aam KH Miftachul Ahyar Copot KH Yahya Staquf dari Jabatan Ketua Umum PBNU
KH Miftachul Ahyar menegaskan keputusan Syuriah PBNU bersifat final, itu disampaikan usai silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu 29 Nopember 2025. (Foto: PWNU Jawa Timur)

KETIK, SURABAYA – Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar, menegaskan bahwa per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan tidak memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut jabatan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan usai silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu 29 November 2025.

KH Miftachul Ahyar menekankan bahwa keputusan Syuriah PBNU tersebut bersifat final.

“Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” tegasnya.

Ia menambahkan, penggunaan atribut maupun pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum sudah tidak memiliki legitimasi.

Rais Aam menegaskan bahwa risalah Rapat Harian Syuriah PBNU disusun berdasarkan data dan kondisi yang sebenarnya.

“Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta,” ujarnya.

Untuk memastikan roda organisasi berjalan normal, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

“Kita ingin transisi berjalan tertib, sesuai aturan jam’iyah,” kata Rais Aam.

KH Miftach memberikan perhatian khusus terhadap dinamika opini publik dan informasi yang beredar di media arus utama maupun media sosial.

“Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara utuh dan mendalam,” jelasnya.

Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir ditunjuk sebagai pengarah Tim Pencari Fakta (TPF).

Agar TPF bisa bekerja maksimal, Rais Aam menegaskan bahwa implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan hingga proses investigasi rampung.

Adapun implementasi di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan seperti biasa.

Rais Aam kembali mengingatkan seluruh warga NU untuk berpegang pada nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.

“Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya.

Sebagai langkah batiniah, Rais Aam juga mengajak seluruh jamaah NU untuk memperbanyak doa.

“Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Rais Aam. (*)

Tombol Google News

Tags:

PBNU KH Miftachul Ahyar KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU