Prospek Motor Bekas di Malang, Pengusaha Optimis Penjualan Melejit Jelang Idulfitri 2026

18 Maret 2026 13:00 18 Mar 2026 13:00

Thumbnail Prospek Motor Bekas di Malang, Pengusaha Optimis Penjualan Melejit Jelang Idulfitri 2026

Pemilik showroom Trio Motor Sukun Kota Malang, Moch Soleh saat mengecek stok motor bekas yang berada di showroomnya, Selasa, 17 Maret 2026. Diharapkan, momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 dapat mendongkrak penjualan sepeda motor bekas.

KETIK, MALANG – Hari Raya Idulfitri 2026 diharapkan dapat mendongkrak penjualan sepeda motor bekas di Kota Malang. Pasalnya, pada momen tersebut biasanya banyak konsumen yang datang untuk membeli.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pemilik showroom sepeda motor bekas Trio Motor Sukun, Moch Soleh. Menurutnya, saat ini perekonomian masyarakat masih lesu tetapi pelan-pelan merangkak naik.

"Kalau melihat pada momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun lalu, penjualan motor bekas lumayan," ujarnya.

"Karena di tiap bulannnya itu, mampu terjual 35 sampai 40 unit motor. Sedangkan melihat pada Ramadan dan Idulfitri 2026 ini nanti, saya yakin dan optimis ada peningkatan penjualan hingga 80 persen," jelasnya, Selasa, 17 Maret 2026. 

Di showroomnya yang terletak di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun itu, ia menjual motor bekas berbagai jenis dan merek. Baik dari jenis matik, sport, hingga cub atau biasa dikenal sebagai motor bebek.

Dari berbagai jenis yang tersedia, sepeda motor matik masih menjadi kendaraan yang paling laris dibeli saat Hari Raya Idulfitri. Sebab, motor jenis ini memiliki dek yang luas dan lebih mudah dikendarai.

"Motor matik masih banyak dicari pembeli seperti Yamaha Mio, Honda Beat maupun Vario. Rata-rata, alasan pembeli membeli motor saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri karena akan dipakai untuk mudik," ungkapnya.

Dirinya juga menerangkan, motor bekas di showroomnya dijual dengan harga bervariasi. Tergantung dari kondisi maupun tahun pembuatan motornya.

"Untuk Honda Beat tahun 2014, dijual dengan kisaran harga Rp10 jutaan dan yang tahun 2018 kisaran Rp13.750.000. Kalau Yamaha Mio dan Soul GT tahun 2010-2011, harganya kisaran Rp6,5 juta," terangnya.

Moch Soleh juga menjamin, motor bekas yang dijual di showroomnya itu dalam kondisi aman dan prima.

"Dokumen kepemilikan kendaraan seperti STNK dan BPKB dipastikan aman. Termasuk kondisi mesin, dipastikan juga prima," tambahnya.

Sementara itu, pemilik showroom sepeda motor bekas Mirach Jaya Motor, Saiful Anwar, juga mengungkapkan hal yang sama.

"Tiap bulannya, rata-rata bisa terjual 15 hingga 20 unit motor. Dan kami berharap di momen Ramadan dan Idulfitri 2026 ini, dapat berpengaruh signifikan terhadap penjualan motor bekas," jelasnya.

Di showroomnya yang juga terletak di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun ini, ia menyediakan berbagai jenis sepeda motor bekas dengan bervariasi.

"Kalau di showroom saya, motor Honda Beat tipe basic tahun 2021 dijual kisaran Rp13 jutaan. Dan kebanyakan pembeli ini lebih memilih motor matik. Meski begitu, kami juga menyediakan motor sport maupun motor bebek seperti Supra X 125 tahun 2007 dibanderol kisaran Rp7,5 juta," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Penjualan Motor Bekas Kota Malang ramadan Idul Fitri 2026