KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) bersifat insidental dan situasional. Langkah ini dilakukan untuk menangani kepadatan yang terjadi di sekitar kawasan mal dan pusat perbelanjaan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penerapan rekayasa lalin insidental telah dilakukan sejak Minggu, 15 Maret 2026.
"Sesuai dengan prediksi kami, karena sejak beberapa hari lalu kepadatan sudah terlihat bukan karena arus mudik, melainkan karena aktivitas warga yang meningkat di pusat perbelanjaan," ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, titik kepadatan di dalam Kota Malang terjadi di sekitar Alun-Alun Merdeka, tepatnya di Mal Ramayana, Pasar Besar, Mal Sarinah, serta pusat perbelanjaan seperti Matahari Mitra yang terletak di Jalan Agus Salim dan Trend Shop yang berada di Jalan S.W. Pranoto.
"Contoh rekayasa yang kami lakukan yaitu di persimpangan depan Mal Ramayana. Arus kendaraan dari arah Jalan Majapahit dialihkan lurus melewati depan Gereja Kayutangan dan diarahkan ke Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Utara. Rekayasa ini dilakukan agar tidak ada antrean panjang kendaraan yang mengular hingga Balai Kota," bebernya.
Pria yang akrab disapa Djaja ini menjelaskan bahwa kepadatan biasanya terjadi mulai sore hingga malam hari. Selain di pusat perbelanjaan, kepadatan juga kerap terjadi di kawasan kuliner.
"Biasanya kepadatan terjadi antara pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Selain pusat perbelanjaan, juga di kawasan yang banyak tempat makannya," tambahnya.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa rekayasa yang diterapkan tersebut bersifat sementara dan insidental, bergantung pada kondisi di lapangan.
"Rekayasa ini sifatnya sementara dan kondisional, dengan durasi sekitar 10 hingga 20 menit hingga arus lalin kembali melandai," jelasnya.
Selain kawasan mal dan pusat perbelanjaan yang menjadi atensi, pihaknya juga mengantisipasi kepadatan yang terjadi di ruas jalan utama. Saat ini, puncak arus mudik Lebaran 2026 sudah dimulai.
"Kami juga mengantisipasi mobilitas pemudik yang mengarah ke Kota Batu maupun Kabupaten Malang. Selain itu, kami juga bersiaga menghadapi anomali kepadatan karena libur Nyepi ini berpotensi mengalihkan kunjungan wisatawan dari Bali ke Malang Raya, dan ini sama seperti tahun lalu," pungkasnya.
