KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa dengan penuh khidmat dan meriah.
Puncak acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang bertempat di Balai Desa Sumberagung pada Kamis malam, 30 April 2026.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud syukur masyarakat atas melimpahnya hasil bumi serta upaya memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.
Rangkaian Ritual Adat
Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian kegiatan Bersih Desa telah dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan pakem tradisi setempat:
1. Ziarah Makam Leluhur
Seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat melakukan doa bersama di punden desa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
2. Selamatan dan Doa bersama
Doa bersama dan makan bersama (kenduri) sebagai simbol kerukunan antar warga.
3. Pagelaran Wayang Kulit
Hiburan rakyat sekaligus sarana edukasi budaya.
4. Ritual Ngruwat
Sebagai penutup rangkaian acara yang akan dilaksanakan setelah pagelaran wayang usai, bertujuan untuk membersihkan desa dari segala bentuk marabahaya.
Kehadiran Tokoh dan Pejabat
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Partai Golkar, Jajaran Forkopimcam Rejotangan, Kepala Desa Sumberagung, Judianan, S.Pd., M.Pd, beserta istri, Seluruh jajaran lembaga desa (BPD, LPM, PKK). Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga Desa Sumberagung dan sekitarnya yang antusias memadati area balai desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberagung, Judianan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya acara ini.
Beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan melestarikan budaya adiluhung di tengah arus modernisasi.
"Bersih Desa bukan sekadar pesta rakyat, melainkan doa kolektif agar Sumberagung selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan semakin sejahtera." ucap Junjung dalam.sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P, dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada Pemdes Sumberagung yang konsisten menjaga tradisi Bersih Desa sebagai identitas lokal yang kuat.
Prosesi Penyerahan Gunungan
Momentum yang paling dinantikan adalah prosesi penyerahan Wayang Gunungan secara estafet. Prosesi ini diawali dengan penyerahan gunungan oleh Ponidi, Anggota DPRD Tulungagung kepada Camat Rejotangan Jarot, kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Sumberagung Judianan.
Terakhir, gunungan tersebut diserahkan langsung kepada sang maestro, Ki Beni Bimo Nugroho dari Kediri, sebagai tanda resmi dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Suara riuh gending gamelan pun mulai menggema, menandakan dimulainya hiburan rakyat yang membawa pesan-pesan moral dan spiritual bagi masyarakat Sumberagung.(*)
