Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Transformasi Posyandu 6 SPM

29 April 2026 12:53 29 Apr 2026 12:53

Fariha Al J., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Transformasi Posyandu 6 SPM

Gubernur Khofifah meninjau layanan Posyandu pada peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu, 29 April 2026 sebagai upaya memperkuat akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna mendekatkan layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Posyandu Nasional, pada Rabu, 29 April 2026 di sela kunjungan kerja misi dagang dan pertemuan dengan investor di Malaysia.

Transformasi Posyandu berbasis 6 SPM mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) dalam satu wadah layanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Khofifah, Posyandu memiliki peran strategis sebagai lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan sekaligus mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi berbasis 6 SPM, Posyandu kini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses layanan dasar. Posyandu hadir sebagai pusat layanan yang inklusif, berbasis gotong royong, dan memperkuat pembangunan dari bawah,” tegasnya.

Di Jawa Timur, peran Posyandu sangat signifikan dengan total 46.414 Posyandu dan 301.013 kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah. Selain meningkatkan kualitas layanan, Posyandu juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.

“Posyandu mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan desa secara partisipatif, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak yang bekerja dengan penuh dedikasi. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat Posyandu sebagai pilar pembangunan berbasis komunitas menuju Jawa Timur yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

“Melalui Posyandu yang kuat dan terintegrasi, kita optimistis dapat menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Posyandu Nasional Gubernur Khofifah Transformasi Posyandu 6 SPM Akses Layanan Dasar Kuala Lumpur malaysia