Mila Kurniawati: Nakhoda yang Membawa Kayutangan Heritage ke Panggung Nasional

11 Januari 2026 19:27 11 Jan 2026 19:27

Thumbnail Mila Kurniawati: Nakhoda yang Membawa Kayutangan Heritage ke Panggung Nasional

Mila Kurniawati, Ketua Pokdarwis 'Kampoeng Heritage Kajoetangan' saat menerima penghargaan Juara I Pokdarwis Tingkat Nasional dalam Anugerah Wonderful Indonesia Award 2025, beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen pribadi Mila Kurniawati)

KETIK, MALANG – Mila Kurniawati membeber kisahnya menakhodai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 'Kampoeng Heritage Kajoetangan' sampai menjadikan Kampung Heritage Kayutangan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Kota Malang, bahkan Indonesia. Menurutnya, semua berawal dari ketidaksengajaan.

Menurut Mila, tak lama setelah lulus dari Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, ia memilih untuk langsung berumah tangga. Karena sang suami bekerja di luar kota, perempuan 13 Maret 1981 tersebut memilih untuk di rumah.

"Saya juga menjaga nenek yang sudah sepuh di rumah," kata Mila, ketika ditemui Ketik.com, Sabtu, 10 Januari 2026.

Karena sering berada di rumah, Mila kemudian aktif di kegiatan kampung. Ia pun diminta oleh Ketua Rukun Warga (RW) untuk membantunya dalam mengelola dan menyusun konsep wisata di kampungnya.

"Saya sering ikut rapat dengan pelbagai pihak, dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan lain-lain. Ibaratnya tiada hari tanpa rapat," tuturnya.

Tak hanya dengan birokrasi, jadwal rapat Mila bertambah dengan warga dan pemangku kepentingan lain. Dalam rapat yang digelar tiap hari Rabu ini, Mila juga memainkan peranan penting. Ia menjadi kunci dalam pengambilan keputusan dan sosialisasi hasilnya.

"Setelahnya, saya didapuk sebagai Ketua Pokdarwis untuk kampung Kayutangan Heritage ini," kata Mila.

Mila tak sendirian. Pada awalnya, Pokdarwis 'Kampoeng Heritage Kajoetangan' berisi sepuluh orang. Merekalah yang bahu-membahu merintis Kampung Kayutangan Heritage sebagai destinasi wisata.

"Mulanya kami bahkan jaga loket sendiri. Tiap ada yang lewat, kami berdiri dan mempersilakan," kenang Mila.

"Semuanya kami lakukan bergantian. Kami bawa bekal dari rumah. Ketika hujan, kami menumpang berteduh di pelataran rumah tetangga," ia menambahkan.

Ketika perjuangan mereka mulai menampakkan hasil, badai Covid-19 datang. Semua yang sudah dirintis seakan kembali mulai nol.

"Pasca-covid, kami coba untuk bergerak lagi. Kami mengawali lagi," Mila mengenang.

Perjuangan mereka melelahkan. Mila mengenang, tak sekali dua kali ucapan ingin berhenti dan mundur terucap dari para anggota pokdarwis tersebut.

"Namun, pada akhirnya, kami semua bertahan. Alhamdulillah, sekarang hasilnya mulai terlihat," ucap Mila.

Saat ini, Kampung Kayutangan Heritage tak cuma jadi jujukan wisatawan. Tahun lalu, jumlah kunjungan ke sana meningkat lebih dari 100 persen.

Pokdarwis 'Kampoeng Heritage Kajoetangan' pun sukses meraih gelar Juara I Pokdarwis Tingkat Nasional dalam Anugerah Wonderful Indonesia Award 2025.

Menurut Mila, raihan ini memang membanggakan. Namun, ia menyebut, perjuangan belum berakhir. Mereka, sambungnya, masih akan terus berinovasi demi Kampung Kayutangan Heritage yang lebih baik.

"Pekerjaan masih banyak. Banyak yang masih harus dilakukan," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kayutangan Heritage kayutangan Kampoeng Heritage Kayutangan Mila Kurniawati kayutangan heritage malang