Ketua DPRD Teken Ranwal RKPD Batam Tahun 2027, Bentuk Komitmen Perencanaan Pembangunan Daerah

6 Januari 2026 23:06 6 Jan 2026 23:06

Thumbnail Ketua DPRD Teken Ranwal RKPD Batam Tahun 2027, Bentuk Komitmen Perencanaan Pembangunan Daerah
Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menandatangani dokumen Rancangan Awal RKPD Kota Batam Tahun 2027. (Foto: Humas DPRD Batam)

KETIK, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kota Batam Tahun 2027 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kamaluddin hadir bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Jelvin Tan serta anggota DPRD Kota Batam Amirsyah dan Hj Asnawati Atiq.

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027 ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin ikut menandatangani dokumen Rancangan Awal RKPD Kota Batam Tahun 2027 sebagai bentuk komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Kamaluddin mengapresiasi pelaksanaan forum konsultasi publik yang dilaksanakan di awal tahun. Menurutnya, langkah ini sangat positif karena dapat mempercepat tahapan perencanaan pembangunan untuk tahun 2027.

“Dengan percepatan pembahasan ini tentu perencanaan bisa dilakukan lebih komprehensif. Kita juga dapat melihat capaian serta tantangan pelaksanaan pembangunan pada tahun berjalan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program dan kegiatan tahun depan,” ujar Kamaluddin.

Sementara itu, dalam arahannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah dan pengendalian banjir harus menjadi perhatian serius seluruh OPD. Menurutnya, kedua isu tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Lima belas program prioritas boleh saja berjalan dengan baik. Namun jika persoalan sampah dan banjir belum tuntas, maka manfaat pembangunan lainnya tidak akan dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Saya minta perhatian penuh, jiwa dan raga, untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Amsakar.

Amsakar juga menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam tengah melakukan transformasi paradigma pembangunan.

Jika sebelumnya pembangunan lebih banyak bertumpu pada infrastruktur fisik, kini arah kebijakan juga difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci pembangunan berkelanjutan di Kota Batam.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Batam Kota Batam Forum Konsultasi Publik legislatif dan eksekutif