KETIK, MALANG – Teka-teki mengenai gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menemui titik terang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan sinyal kuat bahwa proses perombakan jabatan kali ini akan berjalan murni berdasarkan kualitas, bukan kedekatan.
Hal ini menyusul lampu hijau yang diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait rekomendasi penerapan Manajemen Talenta. Dengan skema ini, proses rotasi, mutasi, hingga pengisian jabatan lowong dipastikan akan lebih transparan dan tanpa intervensi.
Ketik.com berkesempatan wawancara langsung bersama Wahyu usai landing dari Jakarta mengikuti kegiatan sistem manajemen talenta di BKN, Rabu, 29 April 2026.
Ia menangani soal beberapa jabatan kosong. Wahyu secara tegas menyampaikan tak ingin tergesa-gesa dan memastikan proses berjalan transparan tanpa intervensi.
"Saya tak ingin diinterogasi siapa pun. Kita cari yang bertalenta dan betul-betul berintegritas," tegasnya kepada Ketik.com.
Wahyu menjelaskan bahwa melalui Manajemen Talenta, setiap ASN yang dipromosikan harus melewati filter kompetensi yang ketat.
"Kota Malang tadi diterima, tidak dalam waktu lama akan diberikan rekomendasi terkait dengan manajemen talenta. Jadi manajemen talenta ini yang kita lakukan memang berbasis kompetensi," ujarnya kepada ketik.com, Rabu, 29 April 2026.
Penerapan sistem ini sekaligus menjawab spekulasi mengenai rencana mutasi besar-besaran pada akhir April 2026. Wahyu menegaskan dirinya ingin mengikuti arahan BKN agar proses pengisian jabatan tidak lagi sekadar formalitas, melainkan menggunakan data yang akurat.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah efisiensi waktu. Pemkot Malang nantinya tidak perlu lagi mengadakan seleksi terbuka (selter) yang memakan waktu lama jika database talenta sudah terbentuk.
"Nah, ini tadi sudah saya konsultasikan, ini diminta untuk menyesuaikan dengan manajemen talenta. Sambil jalan, nanti dengan manajemen talenta ini kita tidak memerlukan seleksi terbuka (selter). Kita mau job fit juga kita langsung," lanjutnya.
Sistem Manajemen Talenta ini memetakan ASN ke dalam skema sembilan boks (nine box grid). Rekam jejak pegawai dipreteli secara detail, mulai dari kompetensi teknis dan manajerial; latar belakang pendidikan; kedisiplinan dan kinerja tahunan; riwayat pekerjaan.
ASN yang berada di boks sembilan masuk dalam kategori talenta terbaik yang siap dipromosikan kapan saja. Sebaliknya, mereka yang berada di boks bawah harus meningkatkan kemampuan terlebih dahulu sebelum bisa naik jabatan.
Langkah cepat ini diambil untuk segera mengisi sejumlah kursi panas di Pemkot Malang yang saat ini masih kosong atau diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Beberapa posisi strategis yang menjadi prioritas antara lain Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik; Asisten I Pemerintahan dan Kesra, dan Asisten III Administrasi Umum; Kepala Dinas (DLH, BKPSDM, Bakesbangpol, dan Kepala Inspektorat).
"Untuk pelantikan yang ini, karena manajemen talenta sudah mulai dianut, kita akan menyesuaikan dengan manajemen talenta yang saat ini. Dalam waktu dekat ini karena dari hasil presentasi saya tadi sudah banyak disetujui," Wahyu menegaskan. (*)
