Imbas Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Yaman di UM Surabaya Gagal Pulang Lebaran

17 Maret 2026 14:41 17 Mar 2026 14:41

Thumbnail Imbas Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Yaman di UM Surabaya Gagal Pulang Lebaran

Mahasiswa asal Yaman yang gagal mudik. (Foto: um-surabaya.ac.id)

KETIK, SURABAYA – Sejumlah mahasiswa asal Yaman yang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya dipastikan tidak dapat pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri tahun 2026.

Mereka terpaksa tetap tinggal di Indonesia karena situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Iran dan Israel, yang berdampak pada penutupan sejumlah jalur penerbangan internasional.

Ketegangan tersebut membuat beberapa rute penerbangan di Timur Tengah dibatalkan atau dialihkan. Kondisi ini juga berimbas pada akses penerbangan menuju Yaman yang menjadi sangat terbatas. Kalaupun tersedia, harga tiket pesawat melonjak drastis hingga tiga sampai empat kali lipat dari tarif normal.

Salah satu mahasiswa asal Yaman di Umsura, Khusay, mengaku tidak bisa kembali ke negaranya karena situasi perang yang masih berlangsung. Padahal ia sudah merencanakan pulang untuk merayakan Lebaran bersama keluarga sejak jauh hari.

Menurut Khusay, konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan juga Amerika Serikat membuat akses penerbangan menjadi sulit. Selain jumlah penerbangan yang sangat terbatas, harga tiket juga melonjak tinggi sehingga tidak memungkinkan baginya untuk pulang.

Ia menjelaskan bahwa keluarganya sebenarnya lebih banyak tinggal di Mesir. Namun ibunya saat ini berada di Yaman dan menyarankan agar ia tetap berada di Indonesia demi keamanan.

Mahasiswa Yaman lainnya, Abdurrahman Khalid, juga mengalami hal serupa. Ia harus mengurungkan niat untuk pulang dan berkumpul bersama keluarganya di wilayah Hadramaut. Meski negaranya tidak terlibat langsung dalam konflik terbuka, dampak perang di kawasan tersebut tetap dirasakan oleh masyarakat Yaman.

Khalid mengatakan harga tiket pesawat menuju negaranya meningkat tajam selama konflik berlangsung. Ia juga menyebut sejumlah bandara utama di kawasan Teluk seperti di Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar sempat mengalami penutupan atau pembatasan operasional.

Meski sebenarnya masih memungkinkan untuk terbang ke Jeddah di Arab Saudi untuk menemui keluarga besarnya, Khalid mengaku terkendala oleh mahalnya biaya perjalanan serta jadwal perkuliahan yang masih berjalan.

Dengan berbagai keterbatasan tersebut, Khusay dan Khalid akhirnya memutuskan untuk tetap berada di Surabaya selama libur Lebaran tahun ini. Mereka akan merayakan Idul Fitri bersama empat mahasiswa asal Yaman lainnya serta belasan mahasiswa internasional lain di asrama mahasiswa asing di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. (*)

Tombol Google News

Tags:

UMSURA Info Kampus Info PTS surabaya mahasiswa internasional Yaman Mudik Lebaran Lebaran 2026