KETIK, BOJONEGORO – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru PAUD menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Selasa, 5 Mei 2026, ini mengusung tema “Koding Anak, Game, Gambar, dan Video Kreatif” dan digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis karakter di era digital.
Acara tersebut dihadiri Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Rasmadi, perwakilan IGTKI Provinsi Jawa Timur, jajaran pengawas TK se-Kabupaten Bojonegoro, serta para pendidik PAUD.
Dalam sambutannya, Rasmadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD, termasuk melalui berbagai program peningkatan kompetensi.
Ia juga menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Bawa Jatim Raih Tiga Penghargaan di UB Halal Metric Award 2026“Guru PAUD merupakan pionir dan ujung tombak pembentukan karakter sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, termasuk pengenalan koding dan AI,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembelajaran di era baru ini harus mengacu pada konsep deep learning yang mencakup tiga prinsip utama, yakni joyful learning (pembelajaran menyenangkan), meaningful learning (bermakna bagi kehidupan anak), dan mindful learning (membangun kesadaran diri).
Selain itu, workshop ini juga merujuk pada Kepmendikdasmen Nomor 127/P/2025 tentang pedoman implementasi koding dan kecerdasan artifisial di dunia pendidikan.
Baca Juga:
DPRD Bojonegoro Evaluasi BLUD Puskesmas, Soroti Pelayanan hingga Distribusi Tenaga KesehatanGuru diharapkan mampu mengenalkan dasar computational thinking kepada anak didik.
Adapun empat konsep dasar yang diperkenalkan meliputi dekomposisi, pattern recognition, abstraksi, dan algoritma sederhana sebagai dasar berpikir logis anak.
Sementara itu, Ketua Panitia IGTKI PGRI Kabupaten Bojonegoro, Ani Julita, menyampaikan bahwa kehadiran AI membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga guru perlu beradaptasi dan meningkatkan kreativitas.
“Guru harus mampu menjadi fasilitator yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. AI dapat dimanfaatkan untuk membuat media pembelajaran seperti gambar, video, dan game yang menarik bagi anak,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal bagi para guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan tetap berlandaskan pada penguatan karakter anak.(*)