KETIK, BOJONEGORO – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Perayaan Natal Tahun 2025 yang diselenggarakan umat Kristiani dan Katolik Kabupaten Bojonegoro, Senin, 5 Januari 2026 malam.
Kegiatan berlangsung khidmat di Gereja Tri Darma Bojonegoro dan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Hj Nurul Azizah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Tuhan Hadir Menyelamatkan Keluarga”.
Tema tersebut menjadi refleksi bersama tentang pentingnya peran keluarga dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Hj Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, suasana harmonis tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.
“Kerukunan umat beragama di Bojonegoro saat ini berada pada tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Ini adalah hasil dari kebersamaan, saling menghormati, dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga toleransi,” ujar Nurul Azizah.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan, agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Nurul Azizah secara khusus mengajak seluruh jemaat gereja memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berjalan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.
Ia juga mendorong pengurus gereja untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna memfasilitasi pelaksanaan program tersebut bagi jemaat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis yang sudah berjalan. Pengurus gereja silakan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar jamaahnya dapat terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, Nurul Azizah turut menyampaikan program Beasiswa Satu Desa Sepuluh Sarjana yang menjadi salah satu andalan Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi secara lebih luas dan merata.
“Program beasiswa satu desa sepuluh sarjana kami harapkan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Bojonegoro, termasuk saudara-saudara kita umat Kristiani dan Katolik,” tambahnya.
Perayaan Natal bersama ini tidak hanya menjadi momen ibadah dan refleksi spiritual, tetapi juga ruang silaturahmi lintas agama yang memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan.
Kehadiran pimpinan daerah dalam perayaan tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kebebasan beragama serta upaya menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Bojonegoro. (*)
