Gandeng LPS, Unitri Gencarkan Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa

29 April 2026 20:02 29 Apr 2026 20:02

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gandeng LPS, Unitri Gencarkan Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa

Kepala Kantor Perwakilan LPS II dan Rektor Unitri dalam kegiatan LPS Goes to Campus untuk memberikan literasi keuangan di kalangan mahasiswa, Rabu, 29 April 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) memberikan literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Unitri mengajak mahasiswa menangkal judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Rektor Unitri, Dodi Wirawan Irwanto, menyebut literasi keuangan di kalangan mahasiswa saat ini masih terbatas. Ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, khususnya program studi (prodi) Akuntansi dan Manajemen, terlibat dalam kegiatan bertajuk LPS Goes to Campus ini.

"Dari kampus kami berharap ada penguatan literasi tentang ilmu yang terkait dengan perbankan seperti akuntansi. Saat ini saya melihat, literasi mahasiswa tentang perbankan ini masih terbatas. Keberadaan dari LPS ini masih belum dipahami secara menyeluruh," ujar Dodi, Rabu, 29 April 2026.

Harapannya melalui kolaborasi tersebut, pengetahuan mahasiswa dapat semakin bertambah. Selain itu, peluang kerja sama seperti praktisi mengajar, hingga kerja sama untuk penelitian dosen bersama LPS pun terbuka lebar.

"Tadi kita sudah memulai sharing ya, peluang-peluang kerja sama seperti kegiatan dosen praktisi mengajar dari LPS ke mahasiswa-mahasiswa kami, maupun kerja sama penelitian untuk membantu LPS memperkuat inklusi literasi keuangan masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S Hidayat, menjelaskan masih banyak ditemukan kasus masyarakat yang terlilit judol dan pinjol ilegal. LPS sebagai mitra pemerintah berupaya untuk mengurangi kejadian yang merugikan finansial masyarakat.

"Kami bekerja sama dan berkolaborasi untuk membantu upaya pemerintah mengurangi kejadian-kejadian seperti itu. Kalau kita bicara dampak finansialnya, OJK punya catatan itu pasti sangat tinggi tingkat kerugiannya," ujar Bambang.

Pemahaman mengenai literasi digital menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh LPS, mengingat akses inklusi masyarakat terhadap perbankan sudah cukup tinggi. LPS bersama OJK dan juga BPS telah berkolaborasi untuk survei nasional literasi dan inklusi keuangan.

"Tujuannya untuk memetakan kembali, kira-kira kalau kami pengen melakukan edukasi atau literasi keuangan di daerah tertentu, sudah terpetakan berapa tingkat yang ada di daerah tersebut. Supaya strategi kami juga nantinya bisa lebih tepat sasaran," ujarnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

LPS LITERASI KEUANGAN Universitas Tribhuwana Tunggadewi mahasiswa unitri Unitri Malang Unitri