Dua Praja IPDN Tewas Terlindas Truk, Bupati Subandi Beri Dukungan Moral untuk Camat Anwar

19 Januari 2026 07:01 19 Jan 2026 07:01

Thumbnail Dua Praja IPDN Tewas Terlindas Truk, Bupati Subandi Beri Dukungan Moral untuk Camat Anwar

Istri Bupati Subandi, dr Sriatun, menyampaikan rasa ikut berduka cita yang mendalam kepada orang tua Adzra Sybil Alvina, yaitu Camat Wonoayu Anwar dan istrinya. (Foto: Sigit/Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Seorang pendengar radio menelepon dari Jalan Arteri Baru Porong, Kamis sore (15 Januari 2026). Ia terisak. Penelepon bernama Putri itu menceritakan tragedi yang baru terjadi di depan matanya. Seorang pemuda dan seorang gadis terkapar akibat terlindas truk. Mereka tewas. Sopir kabur dan masih dikejar.

Peristiwa itu ternyata bukan kecelakaan biasa. Belakangan diketahui, pemuda tampan tersebut bernama Adinata Putra Ali. Dia memboncengkan gadis cantik, Adzra Sybil Alvina. Hujan deras mengguyur Jalan Raya Arteri Baru. Aspal licin. Sepeda motor Adinata tergelincir.

Dari belakang meluncur deras sebuah truk tronton dan melindas dua remaja tersebut. Malang tak dapat ditolak. Takdir sudah terjadi. Kabar begitu cepat menyebar setelah polisi memastikan Adinata dan Alvina adalah dua praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII di Jatinangor, Jawa Barat.

Foto Almarhum dan almarhumah Adinata Putra Ali dan Adzra Sybil Alvina. (Foto: Istimewa)Almarhum dan almarhumah Adinata Putra Ali dan Adzra Sybil Alvina. (Foto: Istimewa)

Adinata adalah warga Desa Ponokawan, Kecamatan Krian. Adapun Alvina merupakan putri Camat Wonoayu Anwar. Sama-sama asli Sidoarjo. Kepergian dua remaja berusia 23 tahun tersebut meninggalkan duka begitu dalam. Bagi orang tua maupun Kabupaten Sidoarjo. Sebab, Adinata dan Alvina tinggal menuntaskan skripsi. Sudah mau lulus. Maut lebih dulu merengut.

”Mereka adalah bagian penting dari aset bangsa yang dipersiapkan untuk menjadi kader pamong praja dan pemimpin pemerintahan di masa depan,” ucap Bupati Sidoarjo Subandi saat bertakziah ke rumah almarhum-almarhumah pada Jumat (16 Januari 2026).

Adinata dan Alvina sedang menyelesaikan tugas akhir sebagai praja IPDN di Pemkab Sidoarjo. Bupati Subandi bertakziah bersama istri Sriatun Subandi ke rumah duka di Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo. Keduanya menyampaikan ucapan duka mendalamnya Camat Anwar.

”Yang sabar dan ikhlas, Pak,” ungkap Bupati Subandi, memberikan semangat kepada Camat Anwar yang juga adik Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi.

Foto Bupati Subandi (tengah) berdoa bersama Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi (kanan) dan Camat Wonoayu Anwar di rumah duka, Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo.Bupati Subandi (tengah) berdoa bersama Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi (kanan) dan Camat Wonoayu Anwar di rumah duka, Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo.

Bupati Subandi menyatakan bangga kepada Adinata dan Alvina. Mereka adalah putra putri terbaik Kabupaten Sidoarjo. bersama para pelayat, Bupati Subandi dan istri menjadi saksi bagaimana semangat Adinata dan Alvina untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat.

”Semoga semangat mereka diteruskan oleh praja IPDN Sidoarjo lainnya,” harap Bupati Subandi.  

Jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo menaruh perhatian besar atas tragedi tersebut. Kanit Lantas Polse Porong AKP Sulaiman menyatakan, kejadian tragis itu dilacak lewat kamera CCTV di sekitar lokasi. Saksi-saksi juga dimintai keterangan. Termasuk, putri yang mengaku sebagai teman Alvina saat masih di sekolah dasar.

Jejak sopir dan truk tronton terus dikejar. Dia tetap melaju ke arah utara (Sidoarjo atau tol Porong menuju Surabaya). Korban yang tidak ditolong akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Porong. Polisi masih mendalami kronologi kejadian. Sopir truk diminta segera menyerahkan diri. (*)

Tombol Google News

Tags:

Praja IPDN Tewas Praja IPDN Kecelakaan Bupati Subandi Sriatun Subandi