KETIK, SURABAYA – Delegasi dari Negara Antigua yang dipimpin oleh Duta Besar Antigua, Dean Jones, mengunjungi Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya untuk mempelajari sistem pengelolaan air minum berbasis teknologi, khususnya penerapan ultrasonic smart water meter.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, Achmad Prihadi, pada Senin, 9 Februari 2026.
Manajer Senior Komersial dan Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Surya Sembada, Ari Bimo Sakti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama teknis bersama PT Willfar selaku pabrikan ultrasonic water meter yang saat ini telah diujicobakan di Surabaya.
Duta Besar Antigua, Dean Jones, menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki arti penting bagi negaranya. Antigua merupakan negara kepulauan di kawasan Karibia yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan membutuhkan sistem pasokan air yang modern serta andal.
“Kami datang untuk belajar bagaimana Indonesia, khususnya Surabaya, memantau tekanan air dan data pelanggan guna menjaga kualitas layanan,” ujarnya.
Saat ini, Antigua tengah bertransisi menuju sistem pengelolaan air yang lebih modern untuk menjawab berbagai tantangan.
McClure Simon, Water Utility Head of Engineer Antigua Public Utilities Authorities, memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi, mulai dari ketergantungan pada teknologi reverse osmosis yang berbiaya tinggi, penurunan kualitas sumber air permukaan akibat perubahan iklim, hingga intrusi air laut yang memengaruhi air tanah.
McClure mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan air di Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, terutama dalam hal pemantauan berbasis real-time dan pengelolaan jaringan distribusi yang dinilai efektif.
“Kami sangat tertarik mempelajari upaya penurunan kehilangan air melalui smart water meter, pemantauan meter secara real-time, serta bagaimana Surabaya mengelola jaringan distribusi airnya,” ucapnya. Ia menambahkan, kesamaan karakter wilayah kepulauan menjadi alasan Antigua memilih Surabaya sebagai rujukan.
Sementara itu, Sun Wenkang, Solution Manager PT Willfar Information Technology yang berbasis di Hunan, Tiongkok, menyampaikan bahwa ultrasonic smart water meter memiliki berbagai keunggulan, baik bagi pelanggan maupun perusahaan pengelola air.
Teknologi ini memungkinkan pelanggan memantau konsumsi air secara transparan, sekaligus membantu perusahaan dalam menganalisis data untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami berharap kerja sama dengan Surabaya dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi Antigua dalam menerapkan sistem pengelolaan air berbasis teknologi,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Surabaya dan Antigua dalam penerapan teknologi pengelolaan air.
Diskusi serta uji coba terkait ultrasonic smart water meter dan sistem pengelolaan air berbasis teknologi diharapkan dapat menjadi referensi bagi Antigua dalam mengembangkan layanan air bersih yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*)
