Cak Nur Soroti Alih Fungsi Lahan Usai Luapan Air Rendam Wilayah Bumiaji Kota Batu

5 Januari 2026 08:22 5 Jan 2026 08:22

Thumbnail Cak Nur Soroti Alih Fungsi Lahan Usai Luapan Air Rendam Wilayah Bumiaji Kota Batu

Wali Kota Batu, Nurochman (berkacamata) meninjau langsung lokasi yang terdampak luapan air bercampur lumpur di Dusun Beru. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Luapan air bercampur lumpur kembali mengganggu aktivitas warga Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kota Batu. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto turun langsung ke lokasi pada Minggu, 4 Januari 2025, untuk memastikan penanganan sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.

Meski peninjauan dipusatkan di Dusun Beru, Pemerintah Kota Batu menegaskan penanganan dilakukan secara menyeluruh di dua titik rawan luapan air, yakni Desa Bumiaji dan Desa Bulukerto.

Kunjungan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala Pelaksana BPBD, serta jajaran Kecamatan Bumiaji guna merespons cepat keluhan warga akibat debit air tinggi yang kerap membawa lumpur dan material kayu saat hujan deras.

Sebagai langkah awal penanganan jangka panjang, Wali Kota Batu menginstruksikan DPUPR untuk segera melakukan pemetaan kawasan terdampak melalui pengambilan foto udara.

Data tersebut, tambahnya, akan digunakan sebagai dasar penataan sungai dan sistem pengendalian banjir di wilayah hulu hingga hilir.

“Saya meminta Dinas PUPR segera melakukan pengambilan foto udara untuk memetakan kondisi sungai dan kanal banjir yang sudah ada. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun langkah intervensi yang tepat, termasuk opsi penambahan kanal atau sudetan untuk memecah debit air,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Namun demikian, Cak Nur menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik.

Ia menyoroti alih fungsi lahan di kawasan hulu sebagai salah satu faktor utama yang memperparah banjir lumpur, sehingga diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah bisa menambah sudetan atau kanal, tetapi kesadaran masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama. Pengelola kawasan hutan perlu berpikir jangka panjang, karena keselamatan warga di wilayah bawah sangat bergantung pada kondisi hulu. Kepatuhan terhadap aturan pemanfaatan kawasan hutan menjadi kunci,” tegasnya.

Cak Nur juga menjelaskan bahwa BPBD Kota Batu sebenarnya telah melakukan berbagai upaya mitigasi sejak beberapa bulan lalu. Namun, derasnya aliran air yang membawa lumpur, sampah, serta potongan kayu menjadi kendala utama dalam pengendalian banjir di lapangan.

“Sebanyak apa pun kanal dan sudetan tidak akan efektif jika air membawa material berat seperti lumpur, sampah, dan kayu. Oleh karena itu, menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke sungai menjadi sangat penting agar upaya mitigasi di hilir tidak sia-sia,” pungkasnya.

Peninjauan tersebut diakhiri dengan memastikan koordinasi lanjutan antara DPUPR, BPBD, dan Damkarmat untuk membersihkan sisa lumpur dan material kayu yang menyumbat aliran air di Dusun Beru, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wali Kota Batu luapan air Kota Batu Kecamatan Bumiaji